Top News

FPI Online

FPI Online - Banjir bandang kembali menerjang Sulawesi Tengah Desa Bolapapu Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi

Kamis (12/12/2019) Banjir bandang menerjang Desa Bolapapu Kec. Kulawi Kabupaten Sigi, tepatnya ba'da maghrib  yang mangakibatkan jatuh korban jiwa dua orang warga Dusun III Desa Bolapapu Kec. Kulawi Kab. Sigi.

Dewan Pimpinan Daerah Hilal Merah Indonesia Front Pembela Islam Sulawesi Tengah berjumlah 6 orang langsung terjun kelokasi yang di pimpin Ust.Mahmud Labuadu pada pukul 23: 30 wita malam dan tiba di lokasi pukul 02:00 wita dini hari.

Baca Juga : Amanat IB HRS : Anggota FPI Haram Fanatik Buta Kepada FPI Dan Wajib Fanatik Kepada Islam

Kondisi rumah - rumah penduduk yang terendam lumpur, dan batang - batang pohon, kayu menutupi badan - badan jalan, yang terbawa arus banjir bandang. Sampai malam dini hari jumlah kerusakan, kerugian dan korban jiwa masih terus di data oleh pemerintah setempat.

Baca Juga : FPI Balangan Turun Jalan Galang Bantuan Untuk Warga Korban Kebakaran

Kepala Dusun III Desa Bolapapu mengatakan "warga yg terdampak Bencana Banjir sebanyak 120kk dan dampak rumah rusak sampai pukul 04:00 dini hari belum bisa mereka pastikan berapa rumah warga yg terendam lumpur dan rusak akibat terjangan banjir lumpu dan bebatuan yg menerjang Dusun III Bolapapu, Dan data jumlah 120KK tersebut menurut Kepala Dusun kemungkinan akan bertambah jika di pagi hari para petugas Desa dan Para Relawan bekerja sama untuk bahu membahu melakukan penyisiran lokasi banjir" tutup Kepala Dusun III Desa Bolapapu.






Sumber : Kontributor LIF Sulawesi Tengah
FPI Online - Samarinda Kalimantan Timur, Pengadilan Negeri kota Samarinda menggelar sidang ketiga belas, Bertempat di Pengadilan Negeri Samarinda yang beralamat di Jl. M. Yamin kota Samarinda. (Selasa, 10 Desember 2019).

Bantuan Hukum Front (BHF) Kalimantan Timur yang terdiri dari Robindana, Saddam Holik, Frans, Akram Zaini & Zaiddun yang sejak awal sidang yang mulai dilaksanakan di Pengadilan Negeri Samarinda.

BHF Kaltim terus melakukan pendampingan Hukum kepada saudara Ustadz Nugrasius atas kasus penyebaran berita hoaks yang dituduhkan kepadanya dan seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya, sidang ketiga belas kali ini digelar dengan agenda pembacaan Vonis tuntutan kepada terdakwa saudara Ustadz Nugrasius oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Samarinda.

Sidang yang dimulai sekitar pukul 16.00 Wita sore hari yang berlangsung kurang lebih sekitar 45 Menit, dipimpin langsung oleh pangda LPI kaltim DPW FPI Samarinda, LPI & BATF KALTIM diturunkan untuk mengawal sidang tesebut.

Baca Juga : FPI Balangan Turun Jalan Galang Bantuan Untuk Warga Korban Kebakaran

Sidang ketiga belas kali ini menghasilkan vonis tuntutan oleh majelis hakim dengan hukuman selama 4 bulan dipotong masa tahanan, dengan demikian setelah dipotong masa tahanan saudara Ustadz Nugrasius dinyatakan bebas. Sebelumnya Kasus yang dilaporkan oleh patroli cyber polda kaltim di layangan ke Pengadilan Negeri  Samarinda ini diketahui setelah tim cyber Polda Kaltim yang berkoordinasi dengan atasannya.

Baca Juga : FPI Poso Galang Dana Sebagai Bentuk Peduli Kepada Rakyat Palestina

Team Lawyer dari BHF Kaltim bekerja semaksimal mungkin sehingga tuntutan yang diterima tidak setinggi ancaman hukuman yang seharusnya.

Dari Informasi yang di himpun, besok atau lusa, saudara ustadz Nugrasius dibebaskan dengan terlebih dahulu menyelesaikan tertib administrasinya di Pengadilan Negeri Samarinda.

FPI KALTIM telah mengawal proses hukum Persidangan ini hingga selesai.



MF Balikpapan
Sumber : Fajriannur
Kontributor LIF Kalimantan Timur.
Oleh : al-Faqir Muhammad Hanif Alathas, Lc. (ketua Umum Front Santri Indonesia)

FPI Online - Jakarta, Hari-hari ini beredar luas video Fadhilatul Habib Ali al-Jufri – hafidzhohullah-  yang berisi fatwa beliau tentang hukum mengucapkan selamat Natal. Fatwa beliau menjadi polemik serta menuai pro kontra ditengah Umat Islam Indonesia, khususnya kalangan penuntut Ilmu Agama. Awalnya alfaqir sungkan untuk ikut berkomentar dalam hal ini, karena Hb Ali adalah sosok Da'i yang tidak asing lagi kiprahnya dalam dunia dakwah.  Namun seiring derasnya pertanyaan yang masuk ke alfaqir terkait masalah tersebut, maka amanat ilmu mengharuskan alfaqir untuk menyampaikan apa yang harus disampaikan agar selamat dari ancaman Nabi saw bagi mereka yang menyembunyikan ilmu. Tentunya, tulisan ini hanyalah corat coret ilmiah, tanpa mengurangi rasa hormat, ta’dzhim dan mahabbah alfagir kepada beliau. Harap dibaca dengan seksama dan utuh, agar dapat difahami dengan baik.

1. Hb Ali al-Jufri memandang boleh mengucapkan selamat Natal, beliaupun akan mengucapkannya pada tanggal 25 desember mendatang, namun beliau menjelaskan bahwa mayoritas Ulama mengharamkan ucapan selamat (Tahni’ah) atas hari raya orang kafir, hanya saja menurut beliau dalam mazhab Hanbali ada 3 pendapat dalam hal ini, yaitu; Harom, Makruh, Mubah. Sehingga ini menjadi khilaf yang mu’tabar dan selama khilaf mu’tabar tidak boleh di Inkari. Sejauh mana kebenaran dari penjelasan Habib Ali tersebut ?

Sudah Tepat apa yang disampaikan Hb Ali bahwa mayoritas Ulama mengharamkan ucapan selamat hari raya bagi non Muslim, bahkan dalam Mazhab Syafi’i  muslim yang mengucapkan selamat hari raya kepada kafir dzimmi diberikan ta’ziir/sangsi [ lihat : Mughni al-Muhtaj 4/162, an-Najmu al-Wahhaj 9/244]. Semua ibaroh ulama tentang keharaman ucapan selamat natal dari berbagai refrensi otoritatif 4 mazhab; Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali dimuat secara akurat, gamblang dan sistematis oleh al-Allamah as-Syekh DR. Abdunnashiir Ahmad al-Malibari as-Syafi’I dalam kitabnya “Roddu al-Aughood ‘an Muwalaati al-Kuffar wa at-Tasyabbuh bihim wa Tahni’atihim bil A’yad”, terlalu Panjang jika harus saya kutip disini satu persatu.

Yang menjadi tanda tanya besar, apa benar yang Hb Ali jelaskan bahwa ada pendapat dalam mazhab hanbali yang bolehkan ucapan selamat natal ?
Beliau mengatakan bahwa pendapat tersebut  dikutip dari kitab al-Inshof karya al-Imam al-Mardaawi, berikut redaksi aslinya :

[قوله (وفي تهنئتهم وتعزيتهم وعيادتهم: روايتان) وأطلقهما في الهداية، والمذهب، ومسبوك الذهب، والمستوعب، والخلاصة، والكافي، والمغني، والشرح، والمحرر، والنظم، وشرح ابن منجا. إحداهما: يحرم. وهو المذهب. صححه في التصحيح. وجزم به في الوجيز، وقدمه في الفروع والرواية الثانية: لا يحرم. فيكره. وقدمه في الرعاية، والحاويين، في باب الجنائز. ولم يذكر رواية التحريم. وذكر في الرعايتين، والحاويين رواية بعدم الكراهة. فيباح وجزم به ابن عبدوس في تذكرته. وعنه: يجوز لمصلحة راجحة، كرجاء إسلامه. اختاره الشيخ تقي الدين. )الإنصاف في معرفة الراجح من الخلاف للمرداوي 4/ 234)]

Pada redaksi ini pengarang/muallif menjelaskan tentang hukum Tahni’ah ( beri ucapan selamat ) kepada orang kafir Dzimmi, begitu pula hukum bertakziah dan menjenguk mereka ketika mereka sakit, dalam hal ini ada tiga pendapat dalam mazhab Hanbali; Haram, Makruh dan Mubah. Pendapat ketiga (mubah) diunggulkan oleh Syekh Ibnu Taimiyyah jika ada motiv sebuah kemaslahatan dan diharapkan bisa masuk Islam.

Namun timbul lagi pertanyaan, disitu hanya disebutkan “Tahni’ah” yang artinya ucapan selamat, tanpa embel-embel “ tahni’ah kuffar bil ‘iid” Selamat atas hari raya kuffar / natal dll. Lantas apa yang dimaksud dengan “ucapan selamat” dalam masalah diatas ?

Ternyata yang dimaksud “tahni’ah” dalam Ibaroh kitab “al-Inshof” diatas bukan Tahni’ah bi ‘idil Kuffar/ ucapan selamat atas hari raya orang kafir atau natal sebagai mana yang dijelaskan Hb Ali al-Jufri, namun lebih tepatnya memberikan ucapan selamat dalam perkara-perkara duniawi, seperti selamat atas kelahiran anaknya, selamat atas rumah barunya, selamat atas kesuksesan bisnisnya, dll. Hal ini bisa difahami dari keterangan ulama Hanabilah dalam kitab-kitab lainnya, sebab karakter kitab-kitab fiqih itu saling melengkapi satu sama lain. Keterangan tersebut dapat ditemukan secara implisit dalam kitab “al-Muharror” karya Majduddin Ibnu Taimiyyah al-Jadd dan secara eksplisit dalam kitab “Ahkam ahli dzimmah” karya Ibnu al-Qoyyim, yang mana keduanya merupakan ulama yang banyak dijadikan rujukan dalam mazhab Hanbali. Berikut redaksinya :

 [وفي جواز تهنئتهم وتعزيتهم وعيادتهم روايتان ويدعى لهم إذا أجزناها بالبقاء وكثرة المال والولد ويقصد به كثرة الجزية  - إلى قوله - ويمنعون من إظهار المنكر وضرب الناقوس وإظهار أعيادهم (المحرر في الفقه على مذهب الإمام أحمد بن حنبل 2/ 185) ]

[ فصل، في تهنئتهم بزوجة أو ولد أو قدوم غائب أو عافية أو سلامة من مكروه ونحو ذلك، وقد اختلفت الرواية في ذلك عن أحمد فأباحها مرة ومنعها أخرى، والكلام فيها كالكلام في التعزية والعيادة ولا فرق بينهما، ولكن ليحذر الوقوع فيما يقع فيه الجهال من الألفاظ التي تدل على رضاه بدينه، كما يقول أحدهم: متعك الله بدينك أو نيحك فيه، أو يقول له: أعزك الله أو أكرمك إلا أن يقول: أكرمك الله بالإسلام وأعزك به ونحو ذلك، فهذا في التهنئة بالأمور المشتركة. وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم، فيقول: عيد مبارك عليك، أو تهنأ بهذا العيد، ونحوه، فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من المحرمات، وهو بمنزلة أن يهنئه بسجوده للصليب، بل ذلك أعظم إثما عند الله وأشد مقتا من التهنئة بشرب الخمر وقتل النفس وارتكاب الفرج الحرام ونحوه. (أحكام أهل الذمة 1/ 441)]

Dari sini kita bisa menarik kesimpulan, bahwa apa yang disampaikan Habib Ali jufri tentang adanya pendapat dalam Mazhab Hanbali yang membolehkan ucapan selamat Natal adalah  keterangan yang TIDAK TEPAT, sebab yang disebutkan oleh al-Mardawi dalam kitabnya al-Inshof BUKAN masalah UCAPAN SELAMAT NATAL, akan tetapi hanya sekedar UCAPAN SELAMAT, Yang kemudian dijelaskan dalam kitab Mazhab Hanbali lainnya bahwa maksudnya adalah UCAPAN SELAMAT DALAM PERKARA DUNIAWI sebagaimana dijelaskan di atas, adapun ucapan selamat Natal secara spesifik dan eksplisit disebutkan KEHARAMANNYA dalam keterangan kitab mazhab Hanbali diatas. Justru jika ditelaah lebih dalam, Mazhab Hanbali dalam hal ini sangat keras, jangankan Muslim mengucapkan selamat Natal, menurut mereka, orang Nasranipun dilarang MENAMPAKKAN Syiar hari raya mereka, itu dalam Mazhab Hanbali.

Karenanya, secara otomatis gugurlah klaim beliau bahwa qoul dalam mazhab Hanbali ini adalah pendapat otoritatif / mu’tabar dari mutaqoddimin yang memperbolehkan ucapan selamat natal.

2. Adapun ungkapan HB Ali  terkait dalil yang dijadikan sandaran para ulama mutaqoddimin dalam mengharamkan ucapan selamat natal, maka menurut kacamata Ushul Fiqih tugas kita dan beliau sebagai muqollid hanya mengikuti apa yang para mujtahid  tuangkan dalam berbagai refrensi fiqih yang Mu’tabar selama masalah yang dipertanyakan  dimuat dalam kitab-kitab mereka.  Kita belum sampai kapasitas mufti terlebih mujtahid dengan berbagai tingkatannya yang bisa langsung melahirkan hukum dari dalil serta mengutak atik Qiyas.

Bahkan, saya teringat keterangan Syaikhuna al-Allamah al-Ushuli Muhammad al-Amin as-Syinqithi al-Maliki al-Hasani (yang juga merupakan guru dari Hb Ali al-jufri), beliau menjelaskan bahwa tatkala kita mengkaji dalil dari hukum yang kita ikuti dari seorang mujtahid, pada hakikatnya kita masih pada taraf mengira-ngira saja, adapun kumpulan dalil yang pada hakikatnya dijadikan dasar hukum oleh mujtahid yang kita ikuti, hanya beliau yang mengetahui, karena sudut pandang dalil yang Mujtahid tidak ungkapkan sering kali jauh lebih banyak ketimbang yang diungkapkan, bahkan terkadang mujtahid tidak ungkapkan dalil  yang ia gunakan sama sekali, meskipun ijtihadnya pasti berlandaskan dalil, karena tidak ada keharusan bagi Imam Mujtahid untuk menyampaikan dalil kepada para pengikutnya.   

3. Sebagai penutup, saya ingin sampaikan sebuah perumpaan, saya tidak berani menyebut ini sebagai dalil syar’I, hanya pendekatan logika agar mudah difahami. Jika ada seseorang minum khomer, tentu tak mungkin kita ucapkan selamat padanya atas khomer yang ia minum, karena sama saja memberikan selamat atas sebuah kemunkaran. Begitu pula, jika ada yang kumpul kebo, tak mungkin kita ucapkan padanya; selamat kumpul kebo, karena kita tau kumpul kebo itu adalah kemunkaran.

Dalam pandangan ummat kristiani, Natal adalah hari lahirnya Yesus sebagai Anak Tuhan, sedangkan menjadi harga mati bagi seorang muslim bahwa Allah tidak bisa dan tidak boleh disekutukan, lantas kenapa kita memberikan selamat atas hari yang diyakini sebagai penyekutuan Allah, padahal dalam kacamata kita itu adalah kemunkaran terbesar ? disitu ada “Syubhatul Iqror” SEOLAH ada pemberian restu atas keyakinan , meskipun kita tidak berniat dan meyakini demikian ! Yang membuat saya terus bertanya-tanya, mengapa Habib Ali al-Jufri menganggap “Syubhatul Iqror” itu hanya ada dizaman dulu, padahal dizaman sekarang, dengan derasnya penyebaran faham pluralisme yang meyakini semua agama itu sama, justru “ Syubhatul Iqror”  menjadi semakin kuat, apalagi di Indonesia sedang digiring bahwa menganggap agama diluar Islam sebagai “kafir’ adalah tindakan Intoleran dan merasa benar sendiri. Jika syubhatul Iqror itu dianggap sebagai Illat hukum, maka keberadaan Illat itu semakin kuat dan nyata di tengah derasnya penyebaran pluralisme, bukan malah hilang. 

4. Saya sangat setuju dengan Sayyidil Habib Ali al-jufri bahwa kita harus menjunjung tinggi toleransi dan sebagai mana saya setuju ajakan beliau utk berbuat al-Birr ( kebaikan) kepada non muslim yang tidak harbi. Namun toleransi dan al-Birr tidak harus dengan mengucapkan selamat natal. Di -Indonesia, dari dulu kita hidup damai penuh toleransi dengan kaum Nasrani tanpa mengucapkan selamat Natal, no problem. Toleransi dan al-birr diiwujudkan dengan tidak menggangu ibadah satu sama lain, saling bahu membahu membangun bangsa dan melakukan aksi kemanusian, saling memenuhi hak dan kewajiban, dll, tanpa harus melanggar apa yang telah digariskan oleh Aslafuna Solihin. Sekali lagi, tulisan ini saya buat tanpa mengurangi rasa cinta, hormat dan ta’dzhim saya kepada Habib Ali al-Jufri, semoga Allah berikan beliau umur yang Panjang serta sehat wal afiat dalam ketaatan kepada Allah swt. Wallahu a’lam.
FPI Online - Balangan, Musibah kebakaran yang terjadi beberapa hari yang lalu di Kabupaten Kotabaru, tepatnya di Kecamatan Pulau Sebuku, yang mana menghanguskan kurang lebih 156 rumah, 400 kepala keluarga dan 768 Jiwa kehilangan tempat tinggal, hal ini lah yang mengetuk hati anggota FPI Balangan turun kejalan untuk membantu dalam penggalangan dana.

Al Habib Muhammad Zacky Alaydrus selaku ketua DPW FPI Balangan menginstruksikan ke anggota FPI, LPI serta MPI nya, untuk segera mengelar aksi penggalangan dana selama 7 hari yang dimulai dari hari Selasa (03/12) sampai Selasa (10/12) di depan Masjid Al Akbar Kab. Balangan, Kalimantan Selatan yang dilaksanakan sesudah Sholat Dzuhur.

Selain DPW FPI Balangan, turut pula berpartisipasi dalam aksi penggalangan dana Korban Kebakaran di Kotabaru seperti Karang Taruna Lokbatung,Teluk Bayur dan Babayau yang mana diketuai Bapak Budi selaku Kepala Desa Lokbatong serta dibantu dari, Perguruan Silat IKSPI Kera Sakti Ranting Awayan.

Baca Juga : FPI Poso Galang Dana Sebagai Bentuk Peduli Kepada Rakyat Palestina

Terik panas serta hujan sering kali Mujahid dan Mujahidah rasakan, tapi tak menyurutkan sedikit pun semangat mereka dalam membantu sesama yang sedang membutuhkan uluran tangan kita dan untuk meringankan beban yang mereka pikul karena bencana alam yang tidak bisa terhindarkan.

Bahkan dengan galang dana untuk ummat ini, banyak pekerjaan mereka abaikan ditengah orang lelap dengan tidur siang nya mereka rela dan Ikhlas berjemur di terik panasnya matahari dan terkadang pun hujan deras membasahi pakaian mereka, tapi mereka menyambutnya dengan tawa senyuman bahagia karena kebahagiaan tersendiri bisa membantu sesama walau tanpa ganjaran apapun, mereka hanya mengharapkan keridhoan Illahi.

Baca Juga : MPI Tanah Laut, Khidmah Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Di Majelis Dzikir Nuurul Khairat 

Dan hasil galang dana tersebut pun akan diserah kan seluruhnya kepada korban kebakaran di Kabupaten Kotabaru, Kecamatan Pulau Sebuku,tutur Ummi Helda.

Semoga apa yg kita lakukan dalam membantu sesama ini dapat menjadi ladang amal untuk kita semua,” tutup Ummi Helda.

Berikut dokumentasi foto saat aksi penggalangan dana berlangsung :















Sumber : DPW FPI Balangan
Kontributor LIF Kalimantan Selatan
FPI Online - Tanah laut, Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Tanah laut yang ke 54, DPW FPI Tanah Laut beserta sayap juangnya melalui DPC FPI Jorong selenggarakan Ruqyah Massal secara gratis dilapangan sepak Bola Tanjung Perak, Desa Jorong. Jum’at Malam ( 29/11/19 ).

Acara Ruqyah Massal kali ini, di padati para jama’ah laki-laki maupun perempuan yang datang dari berbagai desa di Kecamatan Jorong, bahkan ada yang datang dari Kecamatan Kintap, untuk mengikuti pengobatan dengan metode Ruqyah Syar’iyah

Ustadz Ruhansyah S.Th.I, S.Pd.I, M.Pd.I, selaku praktisi ruqyah massal dari Banjarmasin, yang terus bekerjasama dengan DPW FPI Tanah Laut dalam kegiatan ruqyah.

Ruqyah Massal kali ini berada di wilayah lingkup DPC FPI Jorong. Untuk membantu kelancaran acara kali ini, DPW FPI Tanah laut menurunkan puluhan Mujahid dan Mujahidah nya dari berbagai DPC-DPC diwilayah Tanah Laut.


Panglima Daerah LPI Kalsel, Ustadz Zein Attabaniy mengatakan kepada Media fpikalsel.com, “Acara ruqyah ini, Insya Allah akan terus kita gelar di DPW FPI Tanah Laut yang mana nantinya akan kita laksanakan di setiap DPC-DPC FPI di Tanah Laut secara bergiliran.


Terima kasih banyak juga kepada para panitia, baik itu anggota FPI, LPI, MPI dan tak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Grup Maulid Majelis Rasulullah SAW Tanah Laut serta Tokoh Masyarakat Desa Jorong yang sudah bersama-sama mensukseskan acara Ruqyah Massal ini.” Tambahnya.

Sumber : FPI Tanah Laut
Penulis : Ilham Hafi
FPI Online - Poso, Serangan rudal zionis israel kembali menghantam pemukiman masyarkat palestina di Deir Balah (14/11/2019).

Serangan tersebut menelan 34 Sipil dan melukai lebih 111 masyarakat muslim palestina.

FPI Poso yang di pimpin Ust.Kasmuri Salamah, S.Pd.I bersama ketua DPD FPI Sulawesi Tengah Ust.Sugianto Kaimudin, turun ke jalan bersama 15 Laskar Pembela dan 10 Mujahidah Pembela Islam menggalang dana untuk palestina.

Penggalangan dana di laksanakan di Jln.P.Sumatera Kabupaten Poso, penggalangan dana dilaksanakan sejak kamis (28/11) di mulai dari pagi hari hingga jam 21.00 Wita.

Hasil dana yang terkumpul akan di serahkan ke Komite Pembebasan Al-Aqsho, Ust. Kasmuri Salamah, S.Pd.I mengungkapkan "Alhamdulillah hari ini sabtu (30/11) adalah hari ke tiga kami melaksanakan penggalangan dana untuk palestina dan dana ini akan kami serahkan kepada Komite Pembebasan Al-Aqsho yang insyaallah akan bermanfaat bagi saudara kami di Palestina" Ungkapnya.





Sumber : DPW FPI Poso
Kontributor LIF Sulawesi Tengah
FPI Online - Balikpapan, Milad DPW FPI Berau yang kedua, dihelat bersamaan dengan acara Tabligh Akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Ahad 24/11/2019 di markaz Dpw FPI Berau beralamat Jl. H. Isa 3 (Depan SPBU) berjalan baik dan lancar. (Kamis, 27 November 2019)

Tabligh Akbar dan milad DPW FPI Berau dilaksanakan bertepatan pada bulan Maulid (Rabiul awal) mengambil tema
" Meneladani Nabi Dengan Menerapkan Syariah Islam Dibumi NKRI "  dimulai dengan pembukaan pembacaan Maulid oleh majelis, selanjutnya kata sambutan oleh ketua panitia acara Ustadz Tamrin Mentemas, kem udian sambutan dari Ketua DPW FPI Berau Ustadz Ibnu Ubaidillah dan selanjutnya menghadirkan penceramah dari DPD Kaltim Al Habib Alwi bin Hamid Baraqbah (Ketua Dewan Syuro FPI Kaltim) dan Al Habib Muhdor Al Kaff (Imam DPW FPI Kaltara).

Baca Juga : FPI Kaltim Kawal Acara Maulidurasul, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Dan Pondok Pesantren

Antusiasme warga masyarakat Kota Berau dan tokoh masyarakatnya untuk menghadiri acara Milad DPW FPI Berau yang kedua sekaligus tabligh akbar peringatan Maulidurrosul di Markaz DPW FPI Berau, untuk mendengarkan Tausyiah dan ceramah dari kedua penceramah.

Dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat, para habaib, ustadz ustadzah dan para guru pengajian, ibu-ibu majelis ta'lim serta di hadiri pula oleh Ustadz Saiful Rahman MSi selaku Sekjend MUI Berau, H. Abdurrahman SE Kadis Perhubungan kota Berau, H.  Syahrani. SH (camat kota Tanjung Redeb) Berau.

Baca Juga : Silaturahmi Gus Wafi Putra Embah Moen Ke Kediaman Habib Rizieq Syihab Di Mekah

Alhamdulillah acara berjalan lancar, baik dan penuh hikmah keakraban, acara yang dimulai dari jam  20.00 Wita (Ba'da Isya)  s/d selesai.

Sayap juang FPI seperti para laskar FPI dan MPI Berau menjadi bagian dari kepanitiaan dikerahkan untuk kelancaran dan kesuksesan pada acara ini,

DPW FPI Berau dan Sayap juang senantiasa melaksanakan kegiatan baik formal juga kegiatan kemanusiaan  dalam melayani umat,  sebagai pelayan umat dan juga pembela agama dan Negara.

Baca Juga : Komite Pembebasan Al-Aqsho Peduli Air Mata Gaza Palestina

Acara diakhiri dengan pembacaan do'a oleh Habib Nunci Al Idrus tokoh masyarakat Berau dan sekaligus sebagai penasehat DPW FPI Berau.

Untuk DPW FPI Berau tahun depan insyaa Allah dengan berkat dan rahmat Allah swt, akan melaksanakan kegiatan acara ini kembali dengan lebih baik lagi dan bermanfaat.

Berikut dokumentasi saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Milad FPI Berau ke 2 :










Sumber : MF Balikpapan
Haji Tajuddin Noor
Yulianita Salman
Kontributor LIF Kalimantan Timur
FPI Online - FPI Kalimantan Timur bersama DPC FPI Muara Jawa (Handil) hadir dan turut mengawal acara Maulid Nabi Muhammad SAW serta peletakan batu pertama untuk pembangunan Ponpes dan masjid sekaligus perayaan maulidurrasul Rosulullah SAW, di pimpin langsung oleh Ustadz Syahli Ikhsan ketua DPC FPI Muara Jawa, untuk mengkoordinasi kurang lebih 15 anggota laskar menyebar dibeberapa titik penjagaan. (Rabu, 27/11/2019).

Acara Maulidurrosul ini diiringi oleh Tim Hadrah PP. Daarul Qur'an Wattarbiyyah dari para santai ponpes mengumandangkan sholawat Rosulullah dan pujian kepada Allah swt selanjutnya acara dimulai dengan Pembacaaan maulid Rosulullah, sambutan panitia, sambutan Wakil Gunernur Kaltim bapak Hadi Mulyadi, kemudian diisi ceramah dan tausyiah oleh Habib Segaf Baharun Rektor Institut Islam Dalwa,  dilanjutkan ceramah habib Abdullah Almuhdor dari Yaman sebagai penterjemah oleh Habib Hasan Alhabsyi dari Mt. Alyumnu Wal Iman Balikpapan, kemudian peletakan batu pertama pembangunan pompes Daarul Qur'an Wattarbiyyah.

Baca Juga : Silaturahmi Gus Wafi Putra Emah Moen Ke Kediaman Habib Rizieq Syihab Di Mekah

Di lahan Darrul Qur'an Wattarbiyyah  yang seluas 2,5 Hektar wakaf dari tokoh masyarakat setempat yaitu Keluarga H. Saderi yang terletak di daerah Handil 4, Muara Jawa Ulu, oleh panitia pembangunan masjid Jami Almukarramah setempat, rencananya akan didirikan pondok pesantren dan Mesjid.

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW di hadiri pula oleh masyarakat sekitar juga tokoh-tokoh masyarakat, tampak pula KH. Zailani Mawardi dari Pengasuh Ponpes Albanjari Km. 19 Balikpapan di dampingi KH. Zainal Hilmi Ahmad selaku Pengasuh Ponpes Darul Qur'an hadir dalam acara tersebut.

Baca Juga : Komite Pembebasan Al-Aqsho Peduli Air Mata Gaza Palestina

Prosesi peletakan batu pertama ini di mulai oleh Habib Abdullah Almuhdor dari Yaman, kemudian secara simbolis oleh Habib. Segaf Baharun dan KH. Zainal Mawardi ada yang unik dan khas batu tersebut didatangkan langsung dari Yaman.

Acara yang berlangsung mulai jam 08.00 Wita pagi hingga selesai, Alhamdulillah acara berjalan baik dan lancar hingga selesai, Habib Segaf Baharun kut mendo'akan Imam Besar Habibana Rizieq Syihab  semoga pada acara 212, 2 desember ini beliau bisa pulang dan hadir.

FPI Kaltim dan Sayap juang senantiasa digaris depan dan bergerak untuk kamaslahatan umat sebagai pelayan umat dan Pengawal ulama dan Negara.






MF Balikpapan
Sumber : Ibnu (Sekcab Dpc FPI Muara Jawa)
Kontributor LIF Kalimantan Timur
FPI Online - Pelaihari, Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1441 H di Majelis Dzikir Nuurul Khairat atau yang bertempat di kediaman H. Barmawi dan Hj. Vivian Agustin yang mana pada acara kali ini dihadiri oleh Ustadzah Syarifah Khadijah Al-Juneid Istri Alm. Habibana Munzir Bin Fuad Al-Musawwa. (Selasa, 26/11/2019).
Untuk membantu kelancaran acara pada kali ini, tuan rumah pun meminta secara khusus kepada para anggota PW MPI Tanah Laut melalui saudari Mailida Santi selaku Ketua Bidang Da’wah di PW MPI Tanah Laut dan juga dibantu oleh Crew Nisa Majelis Rasulullah Saw Tanah Laut.
Acara yang di laksanakan setelah sholat isya dan khusus untuk muslimah ini banyak di hadiri oleh jama’ah warga kota Pelaihari bahkan dari luar kota seperti Bnajarmasin dan Banjarbaru pun turut berhadir. Bahkan pada peringatan maulid kali ini juga di hadiri oleh Istri Bupati Tanah Laut Hj. Nurul Sukamta.
Seusai acara para anggota MPI pun dengan sigap membuat pagar betis untuk memudahkan bagi Ustadzah Syarifah Khadijah Al-Juneid beserta rombongan menuju ke mobil.
Ibu Hj. Vivian selaku tuan rumah juga berpesan agar anggota MPI selalu istiqomah berkhidmah dalam membantu kegiatan keagamaan seperti ini.
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan selalu dapat berkumpul bersama kembali. Aamiin Allahumma Aamiin



www.fpikalsel.com
Penulis : Indri Y. Rusdiana
Sumber : MPI Tanah Laut

Facebook