Rabu, 12 Desember 2018

FPI-Online.com - Jakarta, MoeslimChoice ingin lepas dari kontroversi tentang peringkat ulama,
namun tetap berniat memberikan apresiasi, penghargaan, bagi mereka yang menjadi guru kita.
Tapi siapa sosok ulama pilihan dan dengan alasan apa terpilih?

Ulama memiliki kedudukan khusus bagi umat. Namun, banyak yang mempertan-yakan pengertian ulama. Kontroversi akan muncul pula jika muncul daftar, misalnya daftar da'i yang mendapat rekomendasi Kementerian Agama sebagaimana pernah terjadi pada Mei 2018 lalu. Belakangan malah muncul hasll survei yang berupaya mengukur ulama dalam suasana kampanye Pemilu serentak 2018 yang juga berpotensi menimbulkan kontroversi.

Balklah, MoestimCholce merumuskan ulama sebagal figur yang menguasai Ilmu agama islam dengan tiga percabangannya: aqidah syartah, dan akhlakul karimah. Seberapa tinggi keulamaanya, itu jadi masalah pula. Jadi kami tambahkan kriteria lain sebagai bahan diskusi.

Keulamaan dalam perspektif MoeslimChoice, minimal menguasai hafalan AlOuran 2-5 juz beserta tafsir dan metodologinya, hadits ahkam serta dasar-dasar tasawuf. Selanjutnya ulama pertu menguasai fiqih ibadah maupun muamalah dan fatwa-fatwa Majelis Ulama, lantas tentu saja menunjukkan perilaku ahlakul karimah yang lebih rumit dibandingkan umat kebanyakan.

Lantas, siapa yang ulama yang menjadi pillhan MoeslimChoice? Sepanjang 2018, kami mencatat sejumlah perlakuan yang kurang elok terhadap ulama sebagaimana pengertian yang dikemukakan sebelumnya. Perlakuan kurang elok antara lain serangan orang kurang waras yang menyebabkan cedera bahkan kehilangan nyawa. Namun, dengan segala keterbatasan, kami tak dapat mendalami seberapa kadar keulamaan ulama yang menjadi korban. Kami berdoa dan berupaya melalui media agar peristiwa itu tak terulang lagi.

Di sisi lain, MoeslimChoice dan umat Istam umumnya dapat dengan mudah mengIngat sejumlah peristiwa pahit bagi sejumlah ulama. Mulai dengan Habib Muhammad Rizieq Syihab yang hingga kini belum bisa kembali ke Indonesia. Dengan sagala macam kontroversinya, Hablb Rizieq tetaplah seorang ulama dengan Front Pembela Islam yang menjadi basis jamaahnya.

Akan sangat panjang ceritanya meski pun katakanIah dIringkas sejak pergerakannya menyoal pldato Gubemur DKI Jakarta (saat rtu) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tentang Surat Al Maidah ayat 51, berlanjut dengan unjuk rasa Aksi 411, 212 beserta reuninya. Belum lagi persoalan yang langsung terkan dengan politik menjelang Pemilu serentak 2019, ijtima Ulama I dan Belakangan Habib Rizieq menjadi pemberitaan luas terkait insiden bendera yang terpasang di tempatnya bermukim di Mekkah Arab Saudi.

Sebelumnya beredar kabar pula bahwa visa tinggalnya sudah habie namun masih bisa bermukim di kota suci bagi umat Islam itu. Sampai-sampai Duta Besar Arab Saudi mengetuarkan pernyataan tentang pedIndungan Kerajaan terhadap ulama Indonesia ini. Apa pun faktanya Habib Rizieq belum bisa kembali ke Indonesia dan masih berhalangan untuk berdakwah langsung di hadapan jarnaahnya sebagaimana tahun-tahun lalu.

Sumber : http://moeslimchoice.com/magz/read.php?id=53
Sebarkan Lewat:

Unknown

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda