Senin, 24 Desember 2018

FPI-Online.com - Jakarta,

TANYA JAWAB TENTANG KONFLIK UIGHUR

T : Benarkah pemerintah China mempersekusi Muslim Uighur?

J : Benar.

T : Tapi sejauh yang saya baca di detik, NU Online, bahkan testimoni dari mahasiswa di Beijing, itu tidak benar?

J : Idealnya selain baca detik atau mendengar dari mahasiswa di Beijing, baca juga semua situs-situs berita internasional yang independen. Ada ratusan mungkin ribuan outlet berita yang menulis tentang Uighur. Sebagian besar mengirim wartawannya ke sana. Organisasi HAM Internasional juga sudah menurunkan laporannya. Semua menemukan hal yang sama: ada kejahatan serius yang dilakukan pemerintah China.

T : Tapi situs-situs berita itu juga tetap ada kemungkinan bias, misalnya karena China saat ini sedang ada perang dagang dengan Amerika...

J : Anda sedang menuduh semua kanal berita di dunia ini tidak objektif. Semua wartawan yang duduk di depan komputer mereka dari Asia hingga Eropa berpihak pada Amerika? dalam apa?...perang dagang? Seolah mereka peduli itu? Begitu sayangkah mereka dengan Trump? Anda harusnya membaca bagaimana hubungan media dengan Trump, justru...

T : Oke, oke...tapi Dubes China dan konsulat china di Indonesia telah memberikan sanggahan juga...

J : Memangnya mereka bisa bicara sebaliknya? Misalnya, 'Iya, pemerintah saya melakukan kejahatan di tanah air saya...'

T : Mahasiswa di Beijing juga mengatakan begitu, tidak ada perlakuan sewenang-wenang....

J : Beijing ke Xinjiang itu jauh, jaraknya sekitar 1.400 kilometer.

T : Anda ini berlagak seolah Anda tahu semua di sana!

J : Saya gak tahu, makanya saya membaca banyak berita. Saya jurnalis dan setiap hari melakukan analisis data dan fakta. Kadang-kadang, jika sesuatu terlalu membingungkan, Anda perlu mengikuti cerita penduduk setempat, warga biasa, para traveler, pemilik restoran, akademisi, atau turis, dan mencocokannya secara bersilangan dengan data, reportase mendalam dan laporan wartawan. Memang sulit, misalnya Anda tidak bisa mendapatkan banyak bukti tentang perlakuan sewenang-wenang di dalam kamp yang menampung 300.000 hingga sejuta orang karena pemerintah China memang benar-benar sangat ketat mengontrol informasi. Tidak mungkin akan ada foto dari dalam camp. Kebanyakan foto yang beredar memang hoax.Semua orang bisa dibungkam, tapi tak ada kontrol informasi yang benar-benar sempurna.

T : Lalu kesimpulan Anda?

J : Ya, memang benar. Pemerintah China melanggar hak-hak dasar Muslim Uighur, menekan kebebasan berekspresi, memeluk agama, dan melakukan hal-hal yang sebenarnya adalah privasi mereka. Mereka diincar dengan alasan sepele, misalnya pernah berkunjung ke negara islam, dll,  ditangkap tanpa proses peradilan, lalu  dimasukkan ke dalam camp untuk "disekolahkan".

T : Tapi, itu tidak mungkin berdasarkan agama! pemerintah China tidak anti-islam. Sebenarnya, jika berdasarkan laporan mahasiswa di Beijing, semua aman-aman saja, pemerintah China menjamin kebebasan beragama...

J :  Semua negara ideologis pasti anti dengan idologi lainnya. Itu alamiah aja. Di dalam kamp, saya membaca yang pertama dipaksakan kepada mereka adalah meninggalkan keyakinan. Mereka diindoktrinasi selama berbulan-bulan untuk itu.

T : Tapi Pemerintah China membiarkan  muslim Timur tengah, negara-negara Asia, para mahasiswa dari Indonesia...

J : Ya, apa mereka mau berurusan dengan negara-negara islam di dunia?

T : Bisa saja.

J : Tidak mungkin terjadi. Terlalu berisiko. Itulah sebabnya mengapa mereka mengontrol ketat informasi, agar tidak berurusan dengan muslim di luar.  China adalah negara superior tapi mereka tidak sekonyol itu untuk memperkusi muslim negara lain. Yang bisa mereka lakukan hanyalah mempersekusi muslim yang merupakan warga mereka sendiri. Dan kebanyakan muslim di China 70 persennya memang berada di wilayah Xinjiang sana...Orang Uighur itu."

T : Tapi itu karena muslim Xinjiang adalah separatis dan ekstrimis!

J : Yang mana, separatis atau ekstrimis?

T : Keduanya! Apa yang dilakukan China kepada mereka harus diletakkan dalam konteks penanganan terorisme.

J : Kita akan berdebat mengenai motif ini selama 7 hari 7 malam dan belum akan selesai, karena sebenarnya kita tidak bisa mengukur apa yang ada di dalam kepala pemerintah. Yang bisa kita ukur adalah apa yang mereka lakukan.

T : Lalu apa standar Anda mengatakan bahwa ini adalah kejahatan?

J : Skala dan intensitas. Jika pemerintah china hanya berburu teroris atau separatis, mereka hanya akan mengejar sepuluh, seratus, atau paling banyak seribu orang. Jika yang dilakukan sebuah negara menahan jutaan orang dalam kamp dan mempersekusi jutaan lainnya, itu bukanlah perang melawan separatisme. Itu adalah aksi untuk menghapuskan hak asasi, mencerabut identitas dan budaya Uighur, dan bahkan ada usaha untuk melakukan pembersihan etnis.

T : Tapi meski skala-nya begitu, tetap saja itu bisa karena motif politik. Karena orang Uighur ingin berpisah dari China.

J : Memang tidak ada motivasi tunggal di belakang setiap aksi atau penyerbuan.  Perang misalnya adalah campuran berbahaya dari motif ideologis,  politik, ekonomi perebutan sumber daya alam...Tidak ada yang sederhana. Tapi kembali, apakah kita hanya membela orang berdasarkan motif kepada mereka, bukan karena perbuatan atas mereka?

T : Tapi, kalau kata mahasiswa...

J : Kamu mahasiswa-mahasiswa indonesia terus, kamu punya pacar di China?

T : Hehehe, iya...

J : Oh, *toyor kepala* Pantaass....
Sebarkan Lewat:

Unknown

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda