FPI-Online.com - Jakarta,

PENGANTAR PENERBIT

PUJI SYUKUR senantiasa kita panjatkan pada Allah Swt Rabbul'alamin Dia lah Sang Agung Pemilik Hidayah, Rahmat, dan Maghfirah Nya yang insya Allah senantiasa tercurah kepada kita semua. Demikian juga tak henti-hentinya kita kirimkan salawat dan salam buat junjungan dan teladan hidup kita hingga yaumilgiamah yakni Nabi Muhammad Saw Semoga kita tetap istiqomah dalam memperkokoh keimanan kita dan dengan segala daya menegakkan Syariat Islam dengan berpegang teguh pada Alquran dan Sunnahnya. Amin.

Ketika Suara Islam Press pertama kali menerbitkan buku Habib Rizieq yang berjudul, "Hancurkan Liberalisme Tegakkan Syariat Islam" dengan tiras 5.000 eksemplar, sambutan dari segenap umat sangatlah besar dan Alhamdulillah terus mengalami cetak ulang. Sungguh, jarang sekali kita temukan, adanya sosok ulama /pemimpin umat yang mampu mengkombinasikan kemampuan berbicara/ berceramah dengan kemahiran menulis. Sosok ini, ada pada diri Habib Rizieq. Alhamdulillah kita bersyukur masih diberkahi sosok ulama intelektual, pendakwah dan sekaligus berada di barisan terdepan dalam pemberantas maksiat. Bahkan beliau, di samping seorang pembicara ulung, dan seorang penulis mahir, juga seorang organisator, yang terus memimpin dan membesarkan gerakan dakwah Front Pembela Islam(FPI) ke berbagai pelosok Nusantara, hingga manca negara.

Dalam kesibukan Habib Rizieq berkeliln berdakwah, mengajar dan memimpin aksi amar makruf nahi munkar untuk penegakkan Syariat Islam, Habib Rizieq masih menyempatkan dirinya terus belajar menyelesaikan studi doktornya. Bahkan secara rutin tetap menulis Tabloid Suara Islam. Habib Rizieq juga harus melayani wawancara dengan wartawan/media cetak dan elektronik dalam berbagai persoalan pembelaan terhadap kepentingan umat Islam. Tulisan-tulisan Habib Rizieq yang tercecer itulah, dihimpun Suara Islam Press, sehingga melahirkan buku ini, yang kami beri judul: "Wawasan Kebangsaan, Menuju NKRI Bersyariah"

Buku ini mengupas dengan ilmiah dan faktual berbagai persoalan kebangsaan, seperti makna dan hakikat Pancasila, Undang-undang Dasar 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika, Negara Musyawarah Bukan Demokrasi, Toleransi, Keserasian Gender, Hak hak Azazi Manusia (HAM) dan berbagai persoalan bangsa lainnya. Tentu saja, disamping gaya penyampaian Habib Rizieq yang lugas dan dengan bahasa yang ringan, juga sangat menarik sisi penafsiran yang mencengangkan dan memberi terobosan pemikiran. Selama ini yang namannya Wawasan Kebangsaan, pasti konotasi dan pemahamannya mengacu pada sistem dan ideologi para rezim yang berkuasa, misalnya ideologi Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis) pada era Orde Lama (Soekarno), ideologi aliran kepercayaan (Kejawen) pada era Orde Baru (Soeharto), hingga era reformasi ini menonjol ideologi liberal dan neo-liberal. Di sinilah kelebihan buku ini, ketika Habib Rizieq mengupas berbagai persoalan kebangsaan dengan kacamata Islam. Hakikatnya hal itu selaras dengan pemikiran para tokoh-tokoh Islam yang menjadi Pendiri Bangsa (The Founding Fathers) kita dulu yang bercita-cita untuk mendlirikan NKRI yang bersyariah,dan bermartabat.
Selanjutnya, silakan pembaca nikmati kupasan buku ini dengan sekSemoga menambah khazanah ilmu, pemahaman dan keyakinan kita selalu dekat pada Allah Swt dan memiliki semangat untuk meneg Syariat Islam dalam keseharian kita, masyarakat kita, dan NKRI y cintai ini. NKRI bagaimana pun tetap saja menjadi negara mi Muslim, maka harus kita jaga dari segala virus-virus maksiat, sesat, aliran liberal, dan rongrongan para pemberontak / pembuat Makar,  Termasuk membela NKRI dari intervensi negara asing yang ingin menjajah kita dengan cara-cara baru. Waspadalah! Terhadap syetan syetan Neo-Liberalisme, Neo-Kapitalisme, Neo-Kolonialisme dan Neo-lmperalisme.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada tim Suara Islam Press, tim Tabloid Suara Islam, tim Suara Islam Online, rekan Forum Umat Islam, rekan Majalah Dumas dan sahabat kami di media Islam lainnya, yang telah banyak berkontribusi atas kesempurnaan terbitnya buku ini. Insya Allah, segala amal sholeh dari rekan-rekan semua tercatat sebagai sedekah jariyah di sisi Allah Swt. Sebaliknya, kami juga memohon maaf atas segala kekurangan buku ini dan membuka diri atas masukan dari pembaca untuk kesempurnaan penerbitan edisi berikutnya.

Semoga kita tetap dapat membela kepentingan umat Islam, menjaga martabat NKRI dan menerapkan Syariat Islam dalam sistem kehidupan berbangsa dan bernegara. Allahu Akbar ..!!

Jakarta,
1 Muharram 1434H/
24 November 2012
Suara Islam Press
Sebarkan Lewat:

Unknown

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda