Jum'at, 28 Desember 2018

FPI-Online.com - Bayan, HILMI FPI melaporkan kondisi terkini  dilapangan. Masalah krisis air bersih juga ternyata masih dialami oleh beberapa desa dikecamatan bayan, didesa loloan dan 3 dusun yang letaknya masuk wilayah desa bayan  ternyata  nasibnya tidak jauh lebih baik dari desa dan dusun sebelum nya yang *HILMI-FPI* bantu untuk permasalahan air bersihnya. Di dua desa ini yaitu **DESA LOLOAN dan DESA BAYAN* terdapat 6 dusun yang selalu menjadi langganan krisis air bersih,  enam dusun itu meliputi ;

1. Dusun *SEMBULAN* desa bayan
2. Dusun *MONTONG BARU* desa bayan
3. Dusun *BATU JOMPANG* desa bayan
4. Dusun *TELAGA SEGOAR* desa loloan 
5. Dusun *MONTONG KEMUNING* desa loloan 
6. Dusun *TANAK LILIN* desa loloan.

 Dari data yang kami ambil dari desa dan kami lampirkan di bawah ini, di 6 dusun tersebut tinggal  2.263 jiwa.
kondisi dilapangan sampai saat ini mereka belum bisa menikmati air bersih karna pipa disana pecah tertimpa reruntuhan akibat longsor waktu gempa lalu dan mata airnya pun tertutup sehingga harus mencari mata air yang baru. 

Sebelum gempa, masyarakat dari 6 dusun ini mengambil air dari sumber mata air *BARISAN NANGKA torean desa LOLOAN* Yang jaraknya sekitar 6 km dari pemukiman warga. namun karna tertutup nya mata air tersebut akibat gempa akhirnya masyarakat mencari mata air baru dan mereka pun pindah  mata air *BANGKET BAYAN desa BAYAN*

Awalnya masyarakat ber inisiatif untuk menggunakan *PIPA LAMA* mereka dengan cara menggali dan membongkar nya, namun di karenakan kondisi fisik pipa yang sudah lama maka hampir sebagian besar pipa mereka hancur dan tidak bisa terpakai lagi. mendapatkan laporan tersebut dari masyarakat, tim *HILMI-FPI* dibawah komando ustadz haikal bagis bersama apartur dusun dan desa setempat langsung turun Survey kelapangan ke mata air yang baru, alhamdulillah posisinya bagus dan debet airnya juga besar. 

Alhamdulillah warga juga sudah punya dana talangan atau *MODAL AWAL* pipa sepanjang 2 km yg mereka dapatkan dari beberapa donatur lokal atau dana yang dikumpulkan swadaya.

Namun dikarnakan jarak yg jauh sehingga air hanya bisa sampai setengah jalan saja. Jarak antara mata air yg baru kepemukiman warga tidak kurang dari 5,5km .awalnya kami dari HILMI-FPI membantu 350 lonjor pipa 3 in dgn berharap bisa menggunakan pipa lama atau pipa bekas sebagai penyambung kepemukiman warga, namun lagi-lagi dikarnakan kondisi pipa yang sudah sangat lama,  akhirnya pipa tersebut pun pecah karna tidak mampu menahan debit air yang besar. 

Harapan kami dibawah semoga segera bisa dibantu karna kita khawatir dengan maraknya misi kemanusiaan yg punya misi terselubung . Mudah²an  para *DONATUR* bisa membantu kami  untuk segera merealisasikan kebutuhan pipa untuk masyarakat di dusun dan desa tempat ini, sekali lagi kita bertarung dengan waktu disini.

Sekian yang kami bisa laporkan. 
Salam kemanusiaan.. 

Al faqir hasan basri. 
*HILMI-FPI NTB*

@⁨Ust Haikal Bages⁩

Foto: Kepala dusun setempat
Sebarkan Lewat:

Unknown

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda