Ahad, 27 Januari 2019


FPI-Online.com - Jakarta, Ketum FPI, Sobri Lubis menjadi salah satu pembicara dalam acara deklarasi alumni perguruan tinggi seluruh Indonesia (APTSI) untuk Prabowo-Sandiaga.* Sobri menyinggung penegakkan hukum di rezim Joko Widodo yang dinilai tidak adil.

“Habib Rizieq Syihab sudah bertahun-tahun sudah mengamati perjalanan selama rezim sekarang ini luar biasa. Kita bisa saksikan bagaimana ketidakadilan nampak di depan mata kita sendiri,”* kata Sobri di gedung Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia, Jakarta Timur, Sabtu (26/1/2019).

Sobri kemudian menyingung kasus penistaan agama yang menimpa eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sobri menyebut kasus itu menjadi pelajaran yang berharga untuk masyarakat Indonesia.

“Dalam kasus mantan Gubernur Jakarta itu merupakan pelajaran yang berharga untuk kita semuanya. Sampai harus menguras energi rakyat jutaan orang untuk minta tegaknya hukum, luar biasa Saudara-saudara sekalian. Itu artinya penegakan hukum di negara kita sudah tergadaikan dan hilang keadilan di negara ini,”* tutur Sobri.

Lebih jauh, Sobri bicara soal para kiai-kiai di moment Pilpres 2019.

 Dulu, para Kiai menurut Sobri cuek dengan urusan Pemilu. Kini, para Kiai justru ‘melek’ politik dan siap memenangkan Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga.

“Banyak kiai-kiai di daerah yang tidak terlalu dengan urusan politik tapi kali ini yang saya lihat luar biasa. Ada yang tidak pernah ikut pemilu sebenarnya, mereka sekarang ini akan ikut nyoblos. Nanti akan suruh ikut murid-murid untuk turut serta memenangkan Prabowo Sandiaga. Jadi kesadaran yang luar biasa. Mereka tadinya nggak terlalu peduli,” tandas Sobri. (inilah)


Sumber : Eramuslim / zahid


Sebarkan Lewat:

Unknown

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda