Selasa, 01 Januari 2019


FPI-Online.com - Banten, Sepekan lebih telah berlalu, bencana tsunami yang menerpa Selat Sunda, hingga kini masih banyak meninggalkan duka. Terutama bagi mereka yang turut langsung menjadi korban. Sebagian dampak dari semua itu, juga termasuk sisa-sisa kerusakan yang ditimbulkan.

Bangkai-bangkai pepohonan, puing-puing rumah penduduk dan material lain, menjadi tahapan yang harus terus ditangani. Rabu siang (2/1/2019) Relawan HILMI-FPI yang berada di Posko 2B di Taman Jaya, Ujung Kulon, Banten kembali bergerak menyisir daerah Kampung Nelayan pesisir Ujung Kulon guna membersihkan sisa-sisa berbagai material dari dampak tsunami yang terjadi 22 Desember 2018 lalu.

Rumah-rumah penduduk yang hancur dibersihkan. Tak sedikit pula harus dirobohkan guna menghindari bahaya yang dapat ditimbulkan. Menurut tuturan Yogi Nugraha, Sekretaris HILMI Jawa Barat, kegiatan tersebut berlangsung hingga sore hari.

Selain itu, didistribusikan pula 24 unit Kasur diberikan kepada penduduk yang tempat tinggalnya hancur akibat gelombang tsunami. Ditambah disalurkan pula paket sembako bagi 77 KK.

Di tempat terpisah di Kampung Taman Jaya Girang, Desa Ujung Jaya Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Relawan HILMI-FPI juga mendistribusikan 100 paket sembako. “Meskipun belum semua, ke depan akan dilanjutkan sambil menunggu data penduduk yang masuk.” tambah Yogi.

“Rencananya Kamis (3/1/2019) kegiatan akan dilanjutkan di sekitaran wilayah Ujung Kulon untuk memberikan bantuan ke daerah-daerah yang masih minim tersentuh bantuan.” tutup Yogi. (RG)
Sebarkan Lewat:

Unknown

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda