Jum'at, 22 Februari 2019


FPI-Online.com - Jakarta , Acara Malam Munajat 212 'Mengetuk Pintu Langit' yang berlangsung pada hari Kamis Sore hingga Malam hari, 21 Februari 2019 berlangsung sukses dan penuh berkah. 

Acara yang merupakan kerjasama MUI DKI Jakarta dengan LDF - FPI ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh ratusan ribu umat Islam yang berdatangan dari segala penjuru. 

Para Jamaah ini hadir memenuhi seruan Imam Besar umat Islam Habib Rizieq Shihab untuk "Putihkan Monas", berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT, alhamdulillah. 

Namun herannya, ada Media dan pihak-pihak yang mencoba untuk "menutupi" kesuksesan luar biasa acara ini, dengan mencoba memviralkan berita-berita negatif. 

Mereka pihak musuh Islam dan media tertentu itu tidak memberitakan tentang banyaknya massa yang hadir di Monas yang mencapai ratusan ribu orang. 

Mereka tidak memberitakan tentang tertib dan amannya acara. 

Mereka tidak memberitakan tentang suksesnya Laskar FPI, Jawara Betawi dan lainnya dalam mengamankan acara. 

Mereka tidak memberitakan tentang suksesnya tim Media FPI dalam melakukan siaran langsung dan menyebarkan berita acara Munajat 212.

Mereka tidak memberitakan tentang khusyuknya Sholat Maghrib dan Isya' berjamaah ratusan ribu umat Islam di Monas. 

Mereka tidak memberitakan tentang doa-doa penuh keagungan yang diucapkan oleh para penceramah. 

Mereka tidak memberitakan tentang kocaknya ceramah KH Munawir Aseli yang membuat para jamaah meminta beliau untuk terus lanjutkan ceramahnya. 

Dan mereka tidak memberitakan berbagai hal positif lainnya. 

Tetapi mereka malah berusaha mencari-cari kesalahan dan hal-hal yang dipandang negatif, dengan tujuan untuk memberi framing dan kesan negatif bahwa acara Munajat 212 kisruh dan berantakan. 

Soal para pencopet yang ditangkap di Monas dan ekses yang terjadi pun, coba mereka besar-besarkan. 

Padahal hampir dalam setiap kegiatan dengan skala massa besar, pencopet pasti selalu ada. 

Apalagi di acara Munajat 212 yang dihadiri oleh ratusan ribu orang, wajar apabila ada pencopet yang tertangkap dan pencopet itu belum tentu dari pihak yang suka dengan 212.

Dalam acara konser musik dangdut pun, sering massa yang hadir  menangkap basah para pencopet, dan sering langsung dihakimi oleh massa yang kesal walaupun tentu kita menolak main hakim sendiri. 

Dan para pencopet pun juga muncul di lokasi Munajat 212 di Monas, datang dengan tujuan untuk mengincar dompet, Handphone serta barang-barang berharga lainnya milik para jamaah yang hadir. 

Kabar yang beredar menyebutkan dua orang pria yang diduga melakukan aksi pencopetan, namun dipergoki oleh korban dan massa Munajat 212.

Terpergoknya copet tersebut sempat membuat massa yang hadir kesal pada si pencopet dan hampir saja segelintir orang menghakimi dua pelaku. 

Namun alhamdulillah para jamaah langsung berteriak dan saling mengingatkan agar tidak terpengaruh oleh provokator dan meminta pencopet itu diserahkan ke pihak yang berwajib. 

"Jangan terpancing. Awas provokator. Biarin dia (copet) ditindak polisi," kata para seorang laskar Front Pembela Islam (FPI) di lokasi Monas, Kamis malam 21 Februari 2019.

Jadi, fakta yang sesungguhnya adalah para Laskar FPI menangkap dan mengamankan para pencopet itu dari amukan massa. 

Lalu diberitakan pula saat peristiwa tersebut, awak media berusaha mengambil momen peristiwa penangkapan copet tersebut. 

Namun, hal itu sempat dilarang oleh Laskar FPI. "Jangan direkam mas, hapus rekamannya," teriak salah seorang anggota FPI kepada awak media.

Tetapi, masih ada sejumlah wartawan lain yang nekad terus merekam. 

Sampai ada salah seorang wartawan media online yang masih merekam gambar, akhirnya dibawa ke dalam tenda. Wartawan tersebut sempat ditarik dan mengaku  diintimidasi. 

Padahal kemungkinan besar tidak demikian. Diduga Laskar FPI melakukan hal itu untuk mencegah Framing jahat dan negatif, karena bukan mustahil video semacam itu nanti akan tersebar dengan judul "Inilah bukti Laskar FPI memukili warga masyarakat yang tidak bersalah", dan berbagai pelintiran lainnya.
Sebarkan Lewat:

Unknown

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda