Senin, 18 Februari 2019


FPI-Online.com - Tebing tinggi ,  Sabtu malam sekitar pukul 21.00 Wib  warga mendatangi tempat judi yang sangat bandel di komplek perumahan citra harapan Jln. SM Raja Bandar Sono, (16/02).
Disinyalir di backingi oleh oknum aparat, dan di back up oleh preman-preman bayaran.
Warga yang datang bersama FPI awalnya meminta baik-baik agar judi itu ditutup, karna sudah lama meresahkan masyarakat.

"Sudah 5 tahun hal ini terjadi, kalau warga marah mereka tutup, begitulah berkali-kali.
Bahkan kasus ribut seperti ini sudah berkali-kali terjadi, bahkan di youtube ada videonya 2 dan 3 tahun yg lalu.
Akan tetapi sepertinya ada oknum aparat yang  sudah di suap, dan ada setoran bulanan sehingga mereka tetap buka, kalo warga datang mereka tutup dan besok buka lagi dan buka terus".tutur Ustadz Muslim Istiqomah selaku ketua FPI TebingTinggi, sumatera Utara.

Dan tadi malam puncaknya.
Emosi warga makin memuncak ketika para preman-preman yang menjaga pagar perumahan itu puluhan. Orang-orang itu melempari warga dengan batu-batu besar dan dengan balok-balok yangg sudah di siapkan.
Sehingga banyak warga terluka.
Bahkan seorang luka parah dikepala (Bomen) dan terpaksa di lari kan ke rumah sakit dan di jahit luka dikepalanya hingga 8 jahitan.

Warga terus mendesak polisi agar menangkap preman-preman bayaran itu, tapi malah polisi mengusir warga,Terjadi desak-desakan warga dengan polisi, hingga polisi di teriaki warga karena terkesan membela tempat judi dan preman-preman itu.
Sehingga sekitar 300 warga makin mengamuk hampir tak terkendali, untunglah orang-orang FPI bisa menenangkan warga agar jangan anarkis.

"Kalau udah FPI bilang serbu pasti sudah hancur lebur tempat itu" ujar emak-emak yg juga marah dan memaki-maki polisi, Suasana makin panas dan tak terkendali. Kemudian massa FPI mengambil kendali dan mengajak warga agar kepolres dan melaporkan kasus ini.

Meski warga sudah muak dgn polisi akhirnya merekapun ke polres buat laporan dan meminta agar preman-preman bayaran itu di tangkap.
"Jika 1 x 24 jam tidak di tangkap, maka warga akan menangkap dan menghancurkan tempat maksiat itu." Teriak salah seorang warga. (ms/ns)
Sebarkan Lewat:

Unknown

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda