Kamis, 31 Januari 2019 

FPI-Online.com - Jakarta,   Musibah tanah longsor di Kabupaten Gowa menjadi perhatian khusus bagi para Relawan terlebih di wilayah Makassar. Pasca kejadian, penerjunan tim relawan FPI memang sudah menyebar ke berbagai titik longsor.

Beberapa diantaranya ada yang tersendat lantaran jalan utama terhalang timbunan tanah, ada pula yang berhasil menembus wilayah yang terisolir bahkan ada yang berupaya melakukan perjalanan dengan menaiki bukit terjal untuk bisa menembus wilayah korban.

Seperti halnya yang dilakukan oleh para relawan DPW FPI Makassar untuk bisa menembus Desa Mangempang, Kecamatan Bungayya, Kabupaten Gowa-Sulawesi Selatan. Pasalnya, perjalanan menuju titik lokasi di desa tersebut adalah merupakan longsor yang kedua.

Setidaknya terdapat 16 titik longsor yang terjadi di Desa Mangempang. Untuk dapat menembusnya, para Relawan harus menaklukan bukit yang mengitari Desa Buakkang, dan hanya kendaraan roda dua yang mampu menembus daerah tersebut.

Berdasarkan catatan yang dirilis, Desa Mangempang memiliki jumlah penduduk sekitar 2002 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sekitar 513 KK. Sementara itu, para pengungsi dari Dusun Beru dan Dusun Bangkeng Batu, Desa Pattalikang sekitar 600 jiwa.

"Saat ini, kebutuhan yang paling mendesak adalah Beras, lauk pauk, Minyak Goreng, Popok, Susu Bayi serta perangkat memasak," ujar Ilham Al Miqdad, salah seorang pengurus dari DPW FPI Makassar, Kamis (30/1/2019).

Sementara itu, lanjutnya, beberapa korban yang sudah berhasil diidentiifikasi berjumlah 9 orang, diantaranya Dg. Sugi (68 Th/P), Hamzah Dg. Gau (38 Th/L), Erlangga (1 Th/L), Dg. Mutung (36 Th/L), Ikhsan (9 Th/L), Nurmiati Dg. Sibo (25 Th/P), Amanda (13 Th/P), Ikbal (25 Th/L) dan Dg. Cicik (50 Th/P).

Berdasarkan catatan yang diterima Media HILMI-FPI, jumlah rumah yang rusak yang dirilis sebanyak 11 rumah rusak ringan dan 13 rumah mengalami rusak berat dan hampir rata dengan tanah, serta 1 buah sarana ibadah yaitu Masjid Nurul Iman.

"Diharapkan, bantuan dari para donatur untuk bisa meringankan beban-beban yang dialami oleh para korban," tandasnya. Sementara untuk pembuatan dapur umum, kata Ilham, berada di Masjid Taqwa Mangempang dengan peralatan seadanya seperti kompor 1 tungku besar dan 2 tungku biasa.

Sumber: Hilmi
Sebarkan Lewat:

Unknown

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda