Sabtu, 2 Maret 2019


FPI-Online.com - Jakarta, 

Oleh Habib Muhammad Hanif Alathas, Lc.

Ada kelompok yang meminta supaya Istilah "KAFIR" tidak digunakan untuk Non Muslim
di Indonesia. Dengan alasan menjaga perasaan Non Muslim. Padahal istilah Kafir adalah Istilah yang digunakan dalam al-Quran & Sunnah bahkan dalam semua kitab-kitab yang ditulis oleh Ulama dari lintas ruang & waktu.

Sebetulnya Istilah "KAFIR" itu sangat Lembut & Santun, karena
"KAFIR" Sebagaimana dimuat dalam kitab Lisanul Arob karya
Ibnu Mandzhur  diambil dari kata "KAFARO" yang artinya (غطى) yaitu Menutup.
Artinya orang Kafir itu menutup kebenaran Islam dari dirinya sehingga dia tidak menerima Islam atau bukan Muslim.

Bandingkan dengan agama Nashrani yang menyebut non Nashrani sebagai Domba Tersesat. Silahkan  saja, itu adalah terminologi khusus Nashrani dan Hak mereka utk meyakini bahwa hanya Nashrani yg benar, selain  Nashrani adalah Domba Tersesat. Prinsip kami tegas, bagiku Agamaku bagimu Agamamu. Muslim juga punya hak utk meyakini yang benar hanya Islam dan selain Islam KAFIR.

Pertanyaannya; mana lebih Halus, KAFIR ATAU DOMBA TERSESAT ?

Bandingkan dengan agama YAHUDI yang menyebut non Yahudi sebagai GHAYIM (Makhluq bukan manusia). Silahkan  saja, itu adalah terminologi khusus Yahudi & Hak mereka utk meyakini bahwa hanya Yahudi yg benar, selain Yahudi adalah Ghayim. Namun Prinsip kami tegas, bagiku agamaku bagimu Agamamu. Muslim juga punya hak utk meyakini yang benar hanya Islam & selain Islam KAFIR. 

Pertanyaannya; mana lebih Halus, KAFIR ATAU GHAYIM ?

Karenanya,  tidak usah Paranoid dengan istilah "KAFIR". Cukup berikan penjelasan yang baik tentang makna "KAFIR" tanpa perlu Merubah apalagi Memarginalisasi Penggunaannya yang potensi membuka pintu mafsadah besar terhadap Aqidah.
Sebarkan Lewat:

Unknown

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda