FPI-Online.com - Jakarta, Front Pembela Islam (FPI) adalah Ormas Islam yang sejak lama dikenal lembut terhadap sesama, kaum dhuafa' dan korban bencana, namun tegas terhadap penyakit masyarakat seperti pelaku maksiat, pelacuran, minuman keras, perzinahan, narkoba dan sejenisnya.

Bagi umat Islam dan warga masyarakat khususnya korban bencana alam, kehadiran FPI sangat diharapkan. Namun sebaliknya bagi para ahli maksiat keberadaan FPI merupakan malapetaka dan mimpi buruk bagi mereka.

Karena itu merupakan konsekwensi logis jika FPI sangat dibenci oleh para pelaku maksiat, germo, pelacur, pezinah, penjudi, pemabuk, LGBT dan sejenisnya. Maka itu Ketua Umum DPP FPI KH Ahmad Shobri Lubis menanggapi santai soal adanya petisi yang dibuat oleh kalangan pembenci FPI itu, yang isinya mendesak Kementerian Dalam Negeri tak memperpanjang registrasi organisasi massanya.

Kyai Shobri pun mengungkapkan, orang-orang yang menginginkan FPI bubar adalah yang tergolong menyukai maksiat.

"Iya enggak masalah. Itu kan pendapat orang yang suka maksiat, silakan saja. Justru banyak yang berharap FPI semakin kuat, mengawal dan mendampingi masyarakat,” tegas Kyai Shobri di kediaman Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019).

Kyai Shobri mengungkapkan, kegiatan FPI selama ini tak pernah membuat keonaran. Misalnya, aksi 212 atau demonstrasi anti-Ahok saat Pilkada DKI Jakarta 2017, yang semuanya terbukti berjalan secara konstitusional.

"Jadi kalau sebatas... mungkin orang-orang yang doyan maksiat ya, biasanya mereka yang minta supaya FPI dibubarkan. Enggak masalah," ungkapnya.

Sumber : faktakini.net
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda