FPI-Online.Com - Konawe, Sebulan sudah berlalu musibah banjir menggenangi sebagian wilayah Kab. Konawe provinsi sulawesi tenggara.

Di beberapa tempat seperti desa puuanggudu lumpur masih saja menjadi pemandangan setiap hari.

Desa puuanggudu adalah tempat dimana FPI-HILMI mendirikan posko dan terus membantu masyarakat membersihkan lumpur yang tergenang dirumah maupun sumur-sumur mereka.

Tercatat puluhan sumur tergenang lumpur dan tak dapat digunakan akibat banjir sebulan yang lalu. Dengan berbekal semangat dan alat sederhana Laskar pembela islam yang di pimpin Ust. Sugianto Kaimudin terus menggais lumpur dari dalam sumur maupun rumah-rumah warga.

Konsentrasi kerja relawan juga terus terfokus pada masjid AS-SYIFAH desa puuanggudu yang setiap hari di bersihkan dikarenakan selain lantai tertimbun lumpur bagian halaman masjid pun penuh dengan lumpur tebal yang mengakibatkan jamaah sulit untuk masuk ke masjid. Dengan semangat pekikan takbir relawan FPI-HILMI terus membersihkan dan di targetkan dapat digunakan untuk sholat jumat pertama kali paska gempa.

Untuk saat ini seluruh relawan FPI-HILMI memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah setiap waktu.

FPI-HILMI juga membantu pengadaan sound systim masjid di karenakan sound masjid rusak tergenang air.

Sampai hari ini rabu, 3 juli 2019 relawan FPI-HILMI terus bekerja  sekaligus menyiapkan dan membagi sembako ke desa-desa yang menjadi korban banjir sejak 2 Juni 2019 lalu.









Sumber : Kontributor LIF Sulteng

Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda