FPI Online - Kalsel, Ummat Islam Kalimantan Selatan semarakkan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 Hijriyah, dengan Pawai Ta'aruf serta mengibarkan bendera Tauhid yang merupakan bendera kebesaran Ummat Islam sejak jaman Baginda RasuluLLah SAW. (Senin, 2 September 2019)

Terdiri dari 13 Kabupaten/Kota se Kalsel, dimana Mayoritas penduduk adalah Ummat Muslim, kegiatan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 Hijriyah, dimaknai sebagai peningkatan ke Imanan dan Islam, yang menuntut kita untuk menciptakan perdamaian dan kesatuan antar Ummat beragama.

Baca Juga : Menyambut Muharram 1441 H, DPW FPI Makassar Gelar Dzikir Dan Doa Akhir Tahun

Disampaikan Panglima Daerah DPD Front Pembela Islam (FPI) Kalimantan Selatan, Ustdz Zein memasuki Tahun Baru Islam, semoga kita semua mampu menjadi yang lebih baik dan menjadi manusia yang lebih bermanfaat.

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia" (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami' no:3289).


Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah Jalla wa 'Alaa berfirman yang artinya,

"Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri" (QS. Al-Isra:7). sampai beliau.

Baca Juga : HRS Center : Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H

Sementara itu, terkait bendera Tauhid yang dikibarkan di berbagai penjuru Kalimantan Selatan oleh Ummat Muslim Kalsel, Habib Nasir Al Habsy berpendapat, bahwa hal tersebut bentuk dari kegembiraan menyambut Tahun Baru Islam, sekaligus pula sebagai bentuk kerinduan Ummat terhadap Baginda RasuluLLahh SAW.


"Bendera Tauhid merupakan bendera Ummat Islam, bukan bendera ormas maupun gerakan terlarang. Dan bendera Tauhid berwarna putih dan hitam bertuliskan Kalimah Laa ilaaha illaLLah Muhammad RasuluLLah, dikibarkan sejak jaman Baginda RasuluLLah SAW, bukan baru kali ini, jadi keterlaluan jika itu terlalu dipermasalahkan," tutur beliau.

Hanya saja lanjut Habib Nasir Al Habsy yang merupakan salah satu tokoh Agama di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel, jangan sembarangan membawa bendera Tauhid, terutama dikalangan remaja dan anak-anak.

"Jangan sampai sembarangan ditaroh atau bahkan sampai terinjak-injak. Karena bendera Tauhid bertuliskan dua Kalimah Sakral yang ada dalam Kitab Suci Al Qur'an," imbaunya.


Disampaikannya berikut beberapa Hadist Syahih terkait Bendera Tauhid,

"Rayah Rasulullah Saw berwarna hitam dan Liwa beliau berwarna putih," (HR Imam Tirmidzi dan Imam Ibn Majah dari Ibn Abbas),

"Bahwa Nabi Saw masuk ke Mekah dan Liwa’ beliau berwarna putih," (HR Imam An-Nasai dan At Tirmidzi),

Jadi jelaslah, bahwa bendera Tauhid bukanlah bendera Ormas maupun gerakan terlarang, namun milik Ummat Islam seluruh dunia, pungkasnya.



Sumber : Kontributor LIF Kalsel
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda