CENTRAL LEADERSHIP BOARD - ISLAMIC DEEENDERS' FRONT
DEWAN PIMPINAN PUSAT FRONT PEMBELA ISLAM

PERNYATAAN PERS

Sehubungan dengan aksi damai di depan Bawaslu pada tangal 21-22 Mai 2019 yang lalu maka kami menyampaikan sebagai berikut :

Pertama; kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas wafatnya warga masyarakat yang menjadi korban tindakan brutalisme dari aparat Negara. Kami men-do'a-kan semoga para korban dari warga masyarakat tersebut syahid di jalan Allah. Hingga saat ini, korban yang tewas menurut catatan berbagai Rumah Sakit dl Jakarta dan keterangan resmi dari Gubemur DKI Jakarta adalah berjumlah 8 (delapan) orang. Tidak menutup kemungkinan korban jiwa ini akan terus bertambah mengingat ratusan lagi korban yang luka-luka berat maupun ringan. Kami sampaikan kepada keluarga korban agar tetap tabah dan tegar menghadapi musibah ini.

Kedua; Kami juga mencatat terdapat sekitar 700-an lebih korban luka-luka dan juga ratusan korban hilang lainnya. Atas hal tersebut kami menyatakan kesedihan yang mendalam terhadap para korban dan keluarganya. Kami mengucapkan terimakasih kepada Gubernur DKI dan Dinas Kesehatan serta Rumah Sakit di DKI Jakarta yang telah membantu menangani korban luka-luka tersebut.

Klik : Pernyataan DPP FPI Terkait Penyerangan Aparat Pada Aksi Damai 21-22 Mai 2019

Ketiga; Kami mengecam keras tindakan brutalisme tersebut. Tindakan brutalitas adalah execive use of power, penggunaan kekerasan yang berlebihan yang merupakan tindakan pelanggaran HAM, bahkan terindikasi bentuk PELANGGARAN HAM BERAT yang dapat dimintal pertanggungjawaban hukum di pengadilan HAM nasional maupun Intemational Cn'minal Court yang bermarkas di Den Haag.

Keempat; Aksi Damai 21 -22 Mei 2019 adalah merupakan hak warga Negara dalam menyuarakan kebenaran, merupakan bentuk kebebasan menyatakan pendapat dan pikiran, kebebasan berkumpul yang adalah HAK Azasi Manusia yang dijamin konstitusi Indonesla. Aksi Damai yang sudah bubar dengan tertib tersebut, justru dijadikan Anarkhi dan dibangun opini anarkhi oleh media massa tertentu, yang sengaja memframing bahwa aksi tersebut berujung anarkhis. Padahal terbukti aksi berlangsung damai, bahkan peserta aksi bisa sholat berjamaah mulai dari maghrib hingga taraweh.

Klik : FPI Menerima Banyak Laporan Warga Yang Kehilangan Keluarganya Pasca Bentrokan Depan Bawaslu

Kelima; Kami melihat ada keanehan dan agenda setting, baik untuk pembentukan opini maupun untuk tujuan tertentu yang berujung melabeling wilayah Petamburan sebagai pusat kerusuhan. Padahal wilayah Petamburan sangat jauh dari titik Aksi di depan Bawaslu. Ada pihak-pihak yang kami tenggarai secara sengaja menyeret dan menimbulkan kerusuhan di wilayah Petamburan dan sekitamya. Padahal kita saksikan bersama, pada tanggal 21 Mei malam, Aksi telah berakhir dengan damai di depan Bawaslu sekitar jam 21.00 V/IB. Namun baru pada menjelang pukul 12.00 tengah malam terjadi pelontaran gas air mata di depan Bawaslu, dan terus merangsek ke arah pasar Tanah Abang sekitar pukul 01.00 dan menjadi semakin aneh, pelontaran gas air mata terus mengarah kewilayah Petamburan pada pukul 02.00 hingga pagi hari pukul 07.00. padahal jelas wilayah Tanah Abang dan Petamburan BUKAN tempat dilakukannya aksi.

Keenam; Berdasarkan hal-hal diatas, kami meminta KOMNAS HAM sebagai lembaga resmi Negara yang bekerja di bidang Hak Azasi Manusia untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap peristiwa pembunuhan warga sipil tersebut.

Demikian kami sampaikan

Jakarta, 19 Ramadhan 1440 H / 24 Mei 2019

Ketua DPP FPI
KH. Awit M. h ri

Ketua Tim Investigasi
Ali Al Attas, SH
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda