FPI Online - Aceh, Kami  sangat kecewa dan malu punya Dubes RI untuk Arab saudi seperti Agus maftuh yang mengeluarkan setmen yang memperlihatkan kebodohannya dan juga menampakkan pemahamannya terhadap Islam sangat dangkal.

Kok ada kata keluar darinya  "serobot do'a" padahal do'a kebaikan dan keanpunan untuk muslimin dan muslimat sangat dianjurkan,  apalagi untuk orang yang telah mati itu lebih lebih lagi yang meninggal itu Ulama besar, karena mendoakan untuk orang lain itu sama dengan membantu orang lain, orang yang meninggal itu tak butuh bantuan permata dan mutiara, orang meninggal itu butuh bantuan do'a, sehingga diwajibkan bagi orang hidup untuk shalat janazah bagi yang mati.

Do'a adalah otak ibadah, maka do'a kebaikan dan keampunan untuk orang lain adalah sedekah yang paling berharga bagi yang didoakan, maka sangat patut untuk kita ber lomba lomba dalam ibadah apalagi ibadah itu menyenangkan orang lain. Jadi tidak ada istilah serobot do'a, dan tidak ada istilah numpang tenar bagi Habib Rizieq dan Habib Rizieq sudah cukup tenar.

Habib Rizieq berdo'a untuk KH Maimun Zubair adalah bukti kecintaan beliau kepada  Ulama dan bukti beliau murni aswaja, tidak ada kepentingan politik karena beliau bukan elit partai politik. Berdoa itu diminta atau tidak diminta itu adalah sebuah ibadah bahkan lebih bagus tidak diminta, artinya tanpa diminta tetap ikhlas berdo'a.

Penyataan Agus Maftuh ini megambarkan betapa jahadnya hati para pendukung kedhaliman, selalu mengukur hati orang lain seperti hati mereka. Mereka tidak ikhlas dalam setiap perbuatan karena mereka adalah penjilat, hamba dunia dan pemburu kehormatan. Karena mereka tidak ikhlas maka mereka menyangka orang lain juga tidak ikhlas seperti mereka, mereka menuduh orang lain sama seperti merek, padahal tidak semua orang seperti mereka. Maka oleh karena itu kami desak agar Agus maftuh segera minta maaf lewat media


Oleh : Tgk Muslim At thahiri
Ketua FPI Nanggroe Aceh
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda