FPI Online - Hulu Sungai Selatan, Ibu Kartini (65 tahun) namanya mirip dengan pahlawan wanita pejuang bagi kaum feminis. Wanita paroh baya ini kami dapati diam di sebuah rumah yang tak layak huni di Desa Habirau, Kec. Daha Selatan, Kab. Hulu Sungai Selatan. (Jum'at, 21/2/2020).

Bukan hanya itu, beliau yang sudah lumpuh karena penyakit stroke yang di deritanya 3 bulan terakhir.

Air mata bahagia mengalir di pipinya ketika kami datang menjenguknya dan memberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai.

"Aku himung buhan ikam datang manjinguki, aku kasunyian (aku senang kalian datang menjengukku, karena aku kesepian)" ujarnya, yang merupakan ucapan betapa beliau membutuhkan seseorang yang bisa menemaninya melewati masa-masa sulit di usia senjanya.

Tak jauh dari rumah nenek Kartini, tepatnya seberang rumah beliau kami dari DPC FPI Negara-Daha dan sayap juangnya MPI, LPI, dan HILMI mendatangi rumah pak Husaini (63 tahun) yang juga merupakan adik dari nenek Kartini.

Sudah 9 tahun beliau menderita penyakit komplikasi yang membuat beliau tidak bisa berjalan kaki walau hanya untuk ke pekarangan rumahnya.

Sejak tahun 2011 beliau menderita penyakit asam lambung kronis, dan semakin tahun bukannya sembuh penyakit beliau semakin bertambah dengan datangnya penyakit asam urat dan jantung.

Kepada beliau dan keluarga, kami menyalurkan bantuan dari masyarakat Negara-Daha yang dengan suka rela memberikan sumbangan untuk disedekahkan kepada mereka yang membutuhkan bantuan dan pertolongan serta uluran tangan.

Dalam perbincangan kami dengan pak Husaini, beliau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk para dermawan yang memberikan sedekah dan untuk FPI yang berinisiatif untuk menyalurkan bantuan kepada orang-orang yang memang perlu untuk dibantu seperti beliau.

Selain nenek Kartini dan pak Husaini, kami juga memberikan bantuan kepada pak Rahmat (62 tahun) yang sudah 11 tahun terbaring lumpuh karena stroke.

Di rumah, beliau hanya tinggal bersama istri dan seorang cucu. Bantuan juga kami berikan kepada nenek Sainah (60 tahun) yang sudah 4 tahun terkena stroke.

Semua yang memperoleh bantuan tinggal di satu desa yang sama di Desa Habirau RT 1 dan 2.

Dikatakan Ketua DPC FPI Negara-Daha, kedepan insya Allah FPI dengan segenap sayap juangnya akan konsisten untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

"Untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dari para dermawan dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat baik berupa tenaga, pemikiran dan materi," tutur ustadz Adib Munjir.






Penulis: Halidi dan tim Media FPI Daha
Kontributor LIF Kalimantan Selatan
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda