FPI Online - Samarinda, HILMI - FPI Kaltim atas himbauan dan seruan Imam Besar Front Pembela Islam Al Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab LC. MA. DPMSS terhadap penyebaran wabah virus Corona (Covid 19) disejumlah daerah, kembali pada hari Jum'at 20 Maret 2020 dimulai usai sholat jum'at pukul 13.30 Wita, dilaksanakan program kegiatan penyemprotan cairan desinfektan, sasaran kali ini disejumlah Majelis Ta'lim dan bangunan pesantren di Kota Samarinda.

Majelis Ta'lim yang dibersihkan dan dilakukan penyemprotan diawali dari Majelis Ta'lim Alaydrusiyah, yang beralamat di Jl. Adam Malik, Perum Citra Griya, Blok C2, Pimpinan Alhabib Alwi Baraqbah (Ketua Dewan Syuro FPI KALTIM) pada pukul 14.30 Wita, kemudian tidak jauh dari lokasi pertama Relawan Hilmi-FPI KALTIM bergerak menuju tempat Majelis Taklim Raudatul Akhyar, Pimpinan Guru Ahmad Ridwan yang beralamat di Jl. Slamet Riyadi, Gg. Keluarga, pada pukul 14.00 Wita dilakukan penyemprotan oleh relawan dan laskar.

"Sudah ada 19 waiting list kami Pegang dan terus bertambah, karena semua layanan yang diberikan oleh  HILMI - FPI KALTIM sepenuhnya Gratis untuk Umat"
Kata Musannif.

Kemudian selanjutnya untuk sasaran terakhir pada kegiatan kali ini yang dibersihkan dan dilakukan penyemprotan adalah Majelis serta bangunan Pondok Pesantren Yayasan Syarifah Faridah Alhasni  pada pukul 15.00 Wita yang beralamat di Jl. Rapak Dalam, Samarinda Seberang.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua HILMI KALTIM, Musannif, dihadiri pula komandan BATF KALTIM Saudara Budi. Sebanyak 15 personil yang tergabung dalam tim relawan HILMI-FPI Kaltim diterjunkan dengan peralatan 2 Alat semprot besar ukuran 15 Liter dan 6 Alat semprot kecil ukuran 5 liter, total cairan desinfektan yang disemprotkan disejumlah tempat atau bangunan Majelis Ta'lim yang disasar sejumlah 90 Liter dan kegiatan penyemprotan ini selesai pada pukul 17.45 Wita. [MF Balikpapan]









Sumber : Fajrianur
Kontributor LIF Kalimantan Timur
(Bagus Fajri)
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda