FPI Onoine - Tanjung Redeb, Kota Batiwakal sebutan untuk kabupaten Berau, seruan penolakan MUI terhadap RUU HIP dikarenakan adanya Tap MPRS/25/MPRS1996 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), MUI menilai bahwasanya RUU Haluan Ideologi Pancasila ini akan mendistorsi substansi nilai-nilai Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945. (Ahad,05/07/2020).

Hal ini mengundang Ormas agama dan kepemudaan dan elemen masyarakat di Kota Berau, guna menindaklanjut seruan maklumat MUI pusat dengan menggelar aksi Apel Siaga Umat Muslim Berau dan Convoy kendaraan disepanjang ruas jalan di Berau.

Dihalaman GOR Pemuda, Jl. Pemuda Berau, sebagai titik dan tempat berkumpul massa dari ormas agama dan kepemudaan beserta element masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Anti Komunisme Indonesia (AAKI) Kabupaten Berau, seperti :
1. MUI
2. DPW FPI Berau
3. LPI Berau
4. MPI Berau
3. IKADI
4. Wahdah Islamiyah
5. pengurus Masjid Agung
6. Pengurus Masjid BI
7. KNPI Berau
Dan berbagai elemen masyarakat anti komunis Berau.

Pada pukul 07.00 Wita massa bersiap melakukan convoy kendaraan yang dimulai dengan apel siaga dan do'a bersama, convoy kendaraan dimulai pada pukul 08.30 Wita dengan di komandoi oleh Salahuddin  Al-Ayyubi (FPI Berau) selanjutnya melewati sejumlah ruas jalan yang ada kota Berau, hingga sampai kembali ke GOR Pemuda, dan dilaksanakan orasi dari perwakilan masing-masing dari berbagai ormas agama dan kepemudaan serta dari elemen masyarakat seperti Orasi
Ustadz Salahudin Al-Ayyubi (DPW FPI Berau) selanjutnya oleh ustadz Ibnu Ubaidillah (Ketua DPW FPI Berau), lalu Ustadz Zul Amri (Ikadi) di lanjutkan oleh Ustadz  Hasan BRBU (bebas Riba bebas Hutang) kemudian oleh Ustadz Rido Anugrah (Mt. Ibadurrahman) dan Ustadz Joko dari (Perum BI) terakhir oleh Ustadz Madzudi (BRBU).

Dalam orasinya Ketua FPI Berau Ustadz Ibnu Ubaidillah berkata : "Apapun bentuk RUU yang akan menghancurkan keutuhan negara pasti akan kita tolak. Bila kemudian akan muncul lagi RUU lainnya dan bermaksud sama, maka sikap kami tidak berubah hingga bangsa Indonesia menjadi mandiri, kuat dan kokoh dan tetap mengacu pada Pancasila yang dirumuskan sesuai nilai-nilai piagam Jakarta".
Kata Ustadz Ibnu Ubaidillah ( Ketua DPW FPI Berau).

"Sehingga jelas nantinya tidak ada kenyamanan dan keamanan, dimana orang tidak bebas dalam berdemokrasi, serta dianggap berlawanan dengan pemerintah bila mensahkan dan menerapkan hal tersebut,” terangnya.

Sedang harapannya toleransi dalam keberagamaan tetap utuh. Serta keadilan bagi semua golongan menjadi hal mendasar yang dijamin negara.
"Dan itu bisa tercapai dengan cara menghapus RUU HIP” tegasnya.
Seluruh kegiatan aksi berakhir pada pukul 12.00 Wita. [MF Balikpapan]








Sumber :
H.Tajjudin Noor
Arka Mantemas
Lensaku.Id Kab. Berau
Kontributor LIF Kalimantan Timur (Bagus Fajri).
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda