FPI Online - Makassar, DPW FPI MAKASSAR bersama 12 pengurus FPI di tingkat kecamatan diantara Pengurus Kecamatan yang hadir (MAKASSAR - PANAKKUKANG - TALLO - BIRINGKANAYA - MANGGALA - MAMAJANG - TAMALATE - BONTOALA - WAJO - UJUNG PANDANG - TAMALANREA dan - RAPPOCINI)  sebanyak 30 orang pengurus DPW FPI dan DPC FPI se-kota Makassar yang datang ke kantor DPRD Kota Makassar untuk menyampaikan protes terhadap RANPERDA MIRAS yang diusulkan untuk dijual Online dan mendukung sikap Fraksi Partai PKS yang menolak RANPERDA tersebut. (Kamis, 27 Agustus 2020).

Tiba pada pukul 13:30 rombongan FPI di sambut dan diterima oleh Fraksi PKS di ruang aspirasi Lt. 2 gedung DPRD kota. Pada pembukaan dialog di sampaikan oleh ketua DPW FPI Kota Makassar/Habib Hamid Al-Hamid menyampaikan "Dengan Tegas FPI menolak RANPERDA MIRAS dan apapun jenis aturanya karna MIRAS bukan dilindungi tapi WAJIB di musnahkan" sambutan itu di apresiasi oleh Fraksi PKS yang merupakan partai Islam yang masih menjadi opisisi pemerintah dan berjuang untuk umat, disambung oleh Sekretaris Wilayah FPI kota Makassar/Sayful -Ayubbi menyampaikan "Atas nama FPI Kota makassar bersama 12 Pengurus Inti di tingkat Kecamatan MENDUKUNG PENUH langkah politik PKS yang menolak RANPERDA MIRAS tersebut dan PKS jangan kawatir FPI akan ajak Umat Islam untuk terus mendukung dan mensupport langkah PKS selama berjuang untuk kepentingan Umat dan Bangsa, dan kami akan siapkan Aksi Demo Besar serta Aksi Kontrol Lapangan apabila RANPERDA MIRAS di sahkan" menurut FPI RANPERDA MIRAS sangat berbahanya apabila di sahkan karena akan sangat susah di kontrol peredarannya dan bisa jadi setiap rumah nanti bisa jual MIRAS dengan dalih Online dan pembeli tidak tau apakah anak2 atau orang dewasa.

Tambahan dari Sekretaris wilayah FPI menuturkan "PERDA Tentang PENGENDALIAN dan PENGAWASAN MINOL saja masih belum maksimal pengawasanya dari Pemerintah kota ko' mau tambahin lagi di jual Online, contoh itu ada Cafe ga punya izin dan memang ga ada aturan izin cafe menjual miras tetapi faktanya yang di dapat di lapangan banyak cafe menjual miras bahkan menjualnya di depan sekolah dan rumah ibadah, ini aja dulu perbaiki klo tidak bisa di perbaiki mending dibuat saja aturan PERDA LARANGAN MIRAS di Kota Makassar dan jangan buat yang aneh-aneh miras justru di perkecil ruang geraknya bukan di beri kesempatan untuk meluas" tutur Sayful selaku Sekretaris Wilayah FPI kota Makassar.

Menanggapi hal tersebut Fraksi PKS di wakili ketua PKS kota Makassar/Anwar Faruq yang merupakan Fraksi yang menolak RANPERDA tersebut akan memberitahu aspirasi ini ke Pimpinan DPRD Kota dan berharap agar masyrakat mempercayakan kepada kami untuk menyelesaikan ini dan sekali lagi PKS di pastikan MENOLAK RANPERDA tersebut, tutupnya.





Sumber : DPW FPI Makassar
Kontributor LIF Makassar
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda