FPI Online - Palu, Almarhum Bambang Dwikorawan adalah seorang warga dari Pulau Jawa yang telah lama merantau di Kota Palu. Lebih dari 30 tahun dia bekerja sebagai mekanik di sebuah bengkel di Ibu Kota Sulteng itu.

Sempat mengalami sakit sekitar 2 pekan, akhirnya Bambang berpulang kepada sang pencipta pada Sabtu, (29/8/2020). Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.

Tanpa ada saudara kandung di Kota Palu, jenazah Almarhum Bambang Dwikorawan disemayamkan di kediaman pimpinannya di Kota Palu, dimana keluarga tersebut sangat dekat dengan almarhum yang telah ikut bekerja sejak tahun 1986 silam.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (DPD-FPI) Provinsi Sulawesi Tengah, Ustadz Sugianto Kaimudin kemudian menginstruksikan kepada Laskar Pembela Islam (LPI) Sulteng untuk membantu pemakaman Almarhum.

Sebanyak 10 orang anggota Laskar pun ikut serta melakukan penggalian makam dan melakukan pengawalan hingga kegiatan pemakaman usai. Ketua DPD-FPI Sulteng mengatakan bahwa hukum menyelenggarakan jenazah itu adalah fardhu khifayah, untuk itu yang masih hidup sangat wajib mengurus jenazah hingga dimakamkan. "Ini adalah hal yang wajib, semua ummat muslim wajib mengurusi jenazah sesuai dengan Syariat Islam" kata Ustadz Sugianto.

Sementara, saudara sepupu almarhum, Darma yang sempat datang dari Morowali dan sempat ikut mengurus jenazah menyampaikan banyak terima kasih atas turut sertanya FPI Sulteng dalam menangani pemakaman keluarganya tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Laskar FPI yang telah ikut membantu pemakaman saudara saya, mereka ikhlas membantu kami, teristimewa kepada keluarga besar almarhum Hi Soedjono Lasiman, kami dari keluarga juga sangat berterima kasih atas seluruh bantuannya, baik selama sepupu saya sakit hingga proses pemakamannya" tandasnya.




Sumber : DPD FPI Sulteng
Kontributor LIF Sulawesi Tengah
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda