FPI Online - Karimun, DPW FPI Karimun pergi menuju polsek Meral untuk Menindaklanjuti laporan warga seorang pekerja yang bekerja di salah satu toko di Karimun tepatnya toko bangunan, yang merasa di diskriminasi karena tidak diizinkan untuk sholat, pada Jum'at 4/9/2020.

Kabar yang di dapat oleh pihak DPW FPI Karimun dari seorang abang pekerja tersebut yang memberikan informasi kepada sekretaris DPW-FPI Karimun Pada Pukul 14.20 melalui whatsap masangger.

Kemudian pihak DPW-FPI Karimun meminta korban untuk hadir ke sekretariat DPW-FPI Karimun untuk bertanya lebih lanjut kepada korban yang merasa di diskriminasi tsb.

"Saya meminta izin kepada bos untuk sholat jum'at tapi tidak di kasih dg alasan kerja disini tidak ada istirahat sholat kata bos. Dan saya juga minta waktu sholat dzuhur tidak di kasih." Ucap korban.

Setelah Cukup bukti, sore sabtu 05 september 2020, ketua serta anggota DPW-FPI Karimun Langsung turun bersama korban menuju Polsek Meral kecamatan meral kabupaten karimun, untuk melaporkan serta Menindak lanjuti perkara Tsb.

Semoga pihak kepolisian dapat mendalami kasus ini. Dan semoga kebebasan beragama yg telah di atur dalam Undang
Pasal 29 ayat 2 UUD 1945 : Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

"Semoga atas kejadian ini bagi pihak2 pengusaha toko2 yang ada di karimun ini khususnya dapat memberikan haq2 pekerja nya untuk menunaikan ibadah agama yang di anut oleh pekerja pekerja mereka, sesuai undang-undang yang berlaku di Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan agar toleransi terhadap umat beragama tercipta". Ujar ketua DPW FPI Karimun (Ustadz Syarifuddin M.P.d.I).






Sumber : DPW FPI Karimun
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda