FPI Online - Poso, Dugaan salah tembak beberapa bulan silam yang menewaskan Almarhum Qidam Alfarizky (21 Thn), dan dua orang lainnya oleh oknum yang di duga aparat kepolisian tergabung dalam Satgas Tinombala.

Hingga kini proses hukum tentang dugaan salah tembak masih belum memilki ujung yang jelas, tak hanya mencari keadilan, Solidaritas Muslim Poso juga melakukan aksi kecaman atas tindakan oknum aparat tersebut.

Rabu (09/09/2020) Takziah almarhum Qidam Al-Farizky yang di laksanakan di Desa Tambarana Poso Pesisir Kabupaten Poso, takziah yang di bawa oleh Ust. Sugianto Kaimudin dan di hadiri  kaum muslimin itu menjadi moment untuk introspeksi diri bhw kematian adalah sesuatu yang pasti bagi semua manusia.

"Terlepas apa di alami almarhum Qidam Al Fariski biarlah Allah yang akan menghukum para pelaku yang telah mengambil hak allah dalam hal kematiannya, Ini sebuah pelanggaran dan kita menyaksikan bersama bahwa penganiayaan yang di alami Almarhum dan itu sangat jelas pelanggaran, namun sampai saat ini almarhum tdk mendapatkan keadilan.  Maka keadilan yang hakiki hanyalah berasal dari allah.

Oleh karennya mari kita semua kaum muslimin lebih mendekatkan diri kepada ajaran agama karena haya itu satu2nya jalan terbaik dlm menghadapi tantangan jaman ini".  Demikian ringkasan tabliq yang di sampaikan oleh ust. Sugianto Kaimudin yang di selingi dengan beberapa takbir.











Sumber : DPD FPI Sulteng
Kontributor LIF Sulawesi Tengah

Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda