PERNYATAAN SIKAP FPI

TENTANG KEBIADABAN PRESIDEN PERANCIS YANG MENGHINA RASULULLAH صلى الله عليه وسلم

Beberapa hari lalu, Karikatur Nabi Muhammad SAW ditampilkan di gedung pemerintahan daerah di Prancis.

Tindakan tersebut dilakukan oleh kaum kafir Perancis dinyatakan oleh mereka sebagai penghormatan terhadap Samuel Paty. Pria itu dipenggal setelah menampilkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. 

Karikatur Nabi Muhammad itu ditampilkan di balai kota Montpellier dan Toulouse selama beberapa jam pada Rabu (21/19).

Beberapa jam sebelum karikatur ditampilkan di dua balai kota itu, Presiden Prancis biadab, syarrul-bariyyah, Emmanuel Macron, menyatakan, Paty sebagai pahlawan diam. Syarrul-bariyyah Macron juga menyatakan, Paty sudah mewujudkan nilai-nilai Prancis.

Selain itu, syarrul-bariyyah Macron memberikan penghargaan sipil tertinggi Légion d'Honneur kepada Paty.

Tindakan dan dukungan Syarrul-bariyyah Emanuel Macron ini tentu saja merupakan kejahatan terhadap ajaran Islam dan membuktikan kekafiran yang nyata sekaligus membuktikan peradaban jahiliyyah dari penguasa kafir Perancis.

Dalam ajaran Islam, menghina Allahجل جلاله dan Nabi صلى الله عليه وسلم serta ajaran Islam adalah tindak kejahatan. Hukuman mati bagi penghina Nabiصلى الله عليه وسلم adalah merupakan keharusan. 

Menampilkan karikatur Nabi صلى الله عليه وسلم dan mendukung tindakan menampilkan gambar Nabi صلى الله عليه وسلم adalah merupakan 
tindakan merendahkan dan melecehkan Nabi صلى الله عليه وسلم .
Tindakan tersebut adalah bentuk kejahatan dan kebiadaban. Sangat disayangkan, disaat umat Islam sedang merayakan kemuliaan Nabi صلى الله عليه وسلم , pada bulan kelahiran beliau ini, sebagian kaum kafir harbi melakukan tindakan tindakan yang jelas jelas memusuhi Nabi صلى الله عليه وسلم dan ajaran Islam.

Oleh karenanya Front Pembela Islam menyatakan ;
1. Mengutuk keras tindakan Syarrul-bariyyah Emanuel Macron yang mempromosikan kebencian terhadap Islam.
2. Semoga engkau Emanuel Macron sang Syarrul-bariyyah segera mati dalam kehinaan.
3. Mengajak umat Islam untuk bangkit dari ketertindasan peradaban jahiliyyah modern yang menempatkan Islam 
sebagai musuh.

Demikian kami sampaikan
Jakarta, 7 Rabiul Awal 1442 H / 24 Oktober 2020 M

Dewan Pimpinan Pusat – Front Pembela Islam

KH. Ahmad Shabri Lubis, S.Pd.I
Ketua Umum

H. Munarman, SH
Sekretaris Umum














 


Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda