FPI Online - Tarakan, Kalimantan Utara. Tragedi atas pristiwa pembunuhan 6 laskar FPI pengawal IB HRS di ruas jalan Tol Cikampek Km.50 oleh aparat kepolisian yang terjadi pada Selasa dini hari yang lalu (07/12/2020), dan mendukung Komnas HAM dalam mengusut tuntas kasus yang masuk dalam pelanggaran Ham berat.

FPI bersama Aliansi Peduli Umat Islam kota Tarakan mengadakan petisi berupa pembubuhan tanda tangan sebagai dukungan umat Islam pada penegakkan hukum yang berkeadilan dan mendukung penuh pengusutan secara tuntas oleh Komnas HAM atas tragedi kemanusiaan yaitu penembakan 6 syuhada pengawal Imam Besar HRS, Jum'at (25/12/2920).

Usai sholat jum'at pada pukul 13.00 Wita, berlokasi depan Masjid Darut Taqwa Jl. Cendrawasih Kota Tarakan sebuah kain putih dibentangkan untuk di bubuhi tanda tangan dukungan kepada Komnas HAM mengusut secara tuntas atas tragedi pembunuhan 6 Syuhada Pengawal IB-HRS.

"Alhamdulillah antusiasme masyarakat Tarakan, menyambut baik dalam kegiatan ini dan secara suka cita dan atas rasa kemanusiaan ikut membubuhkan tanda tangan sebagai dukungannya" Kata Irwan (Penanggung jawab Aksi).

Terjadinya tragedi penculikan disertai pembunuhan secara sepihak dan sadis oleh aparat negara, juga sangat disayangkan karena ke 6 syuhada tersebut tidak melakukan perlawanan, bahkan tidak membawa senjata apapun dan diperlakukan tidak manusiawi.

Kegiatan berakhir kurang lebih 30 menit dan berakhir pada pukul 13.30 Wita. Sebagai rasa kemanusian FPI dan Aliansi Peduli Umat Islam Kota Tarakan mendukung penuh Komnas HAM bersama dukungan badan Independent lainnya dalam pengusutan kasus pembunuhan 6 Laskar FPI pengawal IB-HRS secara tuntas dan terang benderang.






Sumber :

Ismai Ali (Laskar FPI KalTara).

Kontributor LIF (Kaltim Bagus Fajri).

 

Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda