Top News

FPI Online

FPI Online - Jakarta, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan sudah cukup melakukan pemeriksaan dan pemanggilan sejumlah pihak terkait insiden tewasnya 6 anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI).

"Sepanjang waktu ini cukup. Namun kalau diperlukan lagi, pemeriksaan lagi," kata Anam kepada Tempo, Ahad, 27 Desember 2020.

Anam mengatakan, perkembangan penyelidikan kasus tersebut kini dalam tahap konsolidasi bahan. Rencananya, temuan-temuan Komnas HAM akan diuji oleh para ahli. Jika semua tahapan sudah dilalui, Anam memastikan akan mengumumkan hasilnya. "Segera mungkin kalau semua prosesnya sudah kami lalui," ujar dia.

Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya sebelumnya menembak mati 6 orang pendukung Rizieq Shihab di Tol Cikampek Kilometer 50, pada Senin, 7 Desember 2020. Polisi mengklaim penembakan dilakukan karena para anggota laskar tersebut melawan petugas.

Setelah insiden tersebut, Komnas HAM turun tangan dengan membentuk tim yang mendalami informasi dan mengumpulkan fakta-fakta dari pihak terkait. Termasuk menggali keterangan dari FPI. Sejauh ini, Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota Polda Metro Jaya dan anggota FPI, serta dokter yang mengautopsi jenazah 6 anggota Laskar FPI.

Selain itu, tim juga telah melihat dan memeriksa barang bukti berupa senjata api dan senjata tajam terkait peristiwa bentrokan. Anam mengatakan pemeriksaan barang bukti itu dilakukan saat meminta keterangan dari Tim Bareskrim Polri meliputi Labfor dan Siber. Komnas HAM juga memeriksa ponsel, pesan suara, dan beberapa informasi terkait gawai almarhum laskar FPI yang disita oleh kepolisian.


Sumber : tempo.co

 


PERNYATAAN SIKAP DPP FPI TENTANG
CALLING VISA DAN RENCANA NORMALISASI 
HUBUNGAN INDONESIA DENGAN ISRAEL

Mencermati perkembangan situasi politik luar negeri Indonesia saat ini yang semakin jauh dari sikap dasar Pembukaan UUD 1945 dan justru memapankan status quo ketidakadilan terhadap bangsa Palestina, yaitu dalam bentuk pemberian calling visa dan rencana normalisasi hubungan Indonesia dengan Israel, maka kami Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam menyatakan sebagai berikut ;

Pertama ; Bahwa "atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa" Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila terlahir lewat perjuangan perlawanan terhadap segala bentuk Imperialisme dan Kolonialisme. Karenanya dalam Pembukaan UUD NRI 1945 termaktub prinsip penting perlawanan atas segala bentuk penjajahan yang merupakan manifestasi dari sila kedua Pancasila, 
"Kemanusiaan yang adil dan beradab" dengan bunyi: 
"Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan." 
Oleh Karena itu, semenjak didirikannya Indonesia oleh para founding fathers, Indonesia selalu mengambil posisi menolak mengakui kedaulatan Zionis-Israel yang telah nyata melakukan penjajahan terhadap bangsa Palestina dan berulangkali mengangkangi Hak Asasi Manusia bangsa Palestina.

Kedua ; Secara historis, bangsa Palestina merupakan bangsa pendukung kemerdekaan Indonesia, dimana tidak bisa dilupakan bagaimana lobi-lobi bangsa Palestina atas pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Mesir  yang merupakan pengakuan kedaulatan pertama yang didapat oleh bangsa Indonesia.

Ketiga ; bahwa kebijakan keimigrasian Indonesia tentang pemberian Calling Visa kepada warga negara Zionis-Israel serta berita mengenai rayuan Amerika Serikat kepada Republik Indonesia untuk membuka hubungan diplomatik terhadap Zionis-Israel dengan iming-iming investasi dengan nilai setara Rp. 28 triliun, adalah sungguh menyakiti perasaan bangsa Palestina dan bertentangan dengan konstitusi Indonesia.

Pemberian Calling Visa atau bahkan pengakuan kedaulatan Zionis-Israel, merupakan bentuk yafirmasi terhadap tindakan Imperialisme dan Kolonialisme yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila dan prinsip-prinsip yang termaktub dalam Pembukaan UUD NRI 1945. Karenanya, kami Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam menyatakan:

1. MENGECAM KERAS pengkhianatan terhadap Pancasila dan UUD NRI 1945, serta menuntut Pemerintah RI untuk segera menghentikan pemberian Calling Visa dan menghentikan dengan segera rencana pengakuan kedaulatan terhadap penjajah Zionis-Israel dengan tidak membuka hubungan diplomatik ;
2. Menuntut Pemerintah Indonesia untuk tidak main mata dengan pihak Zionis-Israel dengan mengkhianati harapan founding fathers NKRI atas upaya memerdekakan bangsa Palestina dari penjajahan Zionis-Israel;
3. Menuntut Pemerintah Indonesia untuk terus secara serius dengan pembelaannya terhadap kemerdekaan bangsa Palestina, sesuai amanat Pembukaan UUD 1945.




Jakarta, 11 Jumadil Awal 1442 / 26 Desember 2020

Komite Pembebasan Al-Aqsho - Front Pembela Islam
KH. Syahid Joban

Ketua Umum
KH. Ahmad Shabri Lubis, S.Pd.I

Sekretaris Umum
H. Munarman, SH

FPI Online - Tarakan, Kalimantan Utara. Tragedi atas pristiwa pembunuhan 6 laskar FPI pengawal IB HRS di ruas jalan Tol Cikampek Km.50 oleh aparat kepolisian yang terjadi pada Selasa dini hari yang lalu (07/12/2020), dan mendukung Komnas HAM dalam mengusut tuntas kasus yang masuk dalam pelanggaran Ham berat.

FPI bersama Aliansi Peduli Umat Islam kota Tarakan mengadakan petisi berupa pembubuhan tanda tangan sebagai dukungan umat Islam pada penegakkan hukum yang berkeadilan dan mendukung penuh pengusutan secara tuntas oleh Komnas HAM atas tragedi kemanusiaan yaitu penembakan 6 syuhada pengawal Imam Besar HRS, Jum'at (25/12/2920).

Usai sholat jum'at pada pukul 13.00 Wita, berlokasi depan Masjid Darut Taqwa Jl. Cendrawasih Kota Tarakan sebuah kain putih dibentangkan untuk di bubuhi tanda tangan dukungan kepada Komnas HAM mengusut secara tuntas atas tragedi pembunuhan 6 Syuhada Pengawal IB-HRS.

"Alhamdulillah antusiasme masyarakat Tarakan, menyambut baik dalam kegiatan ini dan secara suka cita dan atas rasa kemanusiaan ikut membubuhkan tanda tangan sebagai dukungannya" Kata Irwan (Penanggung jawab Aksi).

Terjadinya tragedi penculikan disertai pembunuhan secara sepihak dan sadis oleh aparat negara, juga sangat disayangkan karena ke 6 syuhada tersebut tidak melakukan perlawanan, bahkan tidak membawa senjata apapun dan diperlakukan tidak manusiawi.

Kegiatan berakhir kurang lebih 30 menit dan berakhir pada pukul 13.30 Wita. Sebagai rasa kemanusian FPI dan Aliansi Peduli Umat Islam Kota Tarakan mendukung penuh Komnas HAM bersama dukungan badan Independent lainnya dalam pengusutan kasus pembunuhan 6 Laskar FPI pengawal IB-HRS secara tuntas dan terang benderang.






Sumber :

Ismai Ali (Laskar FPI KalTara).

Kontributor LIF (Kaltim Bagus Fajri).

 

FPI Online - Samarinda, Kalimantan Timur. Bersama DPW FPI Kota Samarinda kembali pada jum'at ke empat/ terakhir bulan Desember ini membagikan paket nasi bungkus yang merupakan kegiatan Jum'at Berkah dari FPI Kaltim yang rutin kepada jama'ah usai ibadah sholat jum'at.

Walau keadaan pasca hujan gerimis, sebanyak 65 paket Nasi bungkus kembali dibagikan kepada jama'ah yang melintas didepan Markas FPI Jl. Gerilya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam Kota Samarinda. (25/12/2020).

Pada dua jum'at yang lalu kegiatan di Jum'at Berkah FPI Kaltim juga telah dilaksanakan, sebanyak 268 paket nasi bungkus yang juga masuk pada bulan ini telah dibagikan kepada jama'ah usai sholat jumat.

Dipimpin Fajrianur (PangDa LPI) bersama anggota dan simpatisan turun langsung memberikan paket berupa nasi bungkus kepada jamaah yang melintas di depan Madar DPD FPI Kaltim.

Jum'at Berkah ini terlaksana juga sebagai kegiatan untuk menyalurkan sumbangih dari para dermawan dan anggota. Semoga Allah menerima amal baik para dermawan yang menyumbang dan memberikan sebaik-baiknya balasan. (MF. Balikpapan)








Sumber : 

Fajrianur (PangDa LPI Kaltim).

Kontributor LIF Kaltim (Bagus Fajri).

 

FPI Online - Bogor, Lima dari enam syuhada FPI yang tewas ditembak Polisi pada hari Senin (7/12/2020) lalu, dimakamkan di Markaz Syariah Megamendung, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. 


Nama ke-lima Syuhada ini adalah:

1. Andi Oktaviawan, Laki laki, 33 Tahun

2. Faiz Ahmad Syukur, Laki Laki, 22 Tahun.

3. M. Reza, Laki Laki, 20 Tahun.

4. Muhammad Suci Khadavi Poetra, Laki Laki, 21 Tahun.

5. Akhmad Sofiyan, Laki Laki, 26 Tahun.

6. Lutfi Hakim, 24 Tahun, (dimakamkan di Duri Kosambi).


Para keluarga korban ini semua telah melapor ke komnas HAM dan mereka berharap peristiwa pembunuhan ini bisa diungkap dengan sebenar-benarnya dan para pelaku penembakan juga diungkap dan diadili. 

Sungguh luar biasa, makam para Syuhada ini setiap hari selalu didatangi oleh para peziarah, khususnya yang di Megamendung. Mereka para warga masyarakat itu rela jalan jauh untuk mencapai MS FPI ini, demi untuk berziarah dan mendoakan para syuhada, masya Allah... 

Para Santri MS pun setiap sore rutin melakukan ziarah ke makam Syuhada dan membaca Tahlil, termasuk Rabu (23/12) sore dengan dipimpin oleh Ustadz Asep Sofyan. Nama keenam syuhada kini sangat harum dan selalu didoakan oleh umat Islam setiap hari. 

Oleh Majelis Bangsa Indonesia (MBI), enam orang syuhada ini telah dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional Revolusi Akhlak pada hari Senin lalu. 

Penganugerahan tersebut diserahkan secara simbolik kepada salah satu perwakilan keluarga korban.

Sekretaris Jenderal MBI Habib Muhsin Ahmad Al Attas menjelaskan, MBI merupakan perkumpulan yang di dalamnya berisikan banyak tokoh mulai dari alim ulama, tokoh masyarakat, cendikiawan, serta Purnawirawan TNI.

"Menganugerahkan gelar kepada 6 laskar FPI yang gugur dalam pengawalan dan pengamanan Habib Muhammad Rizieq Shihab Imam Besar Umat Islam: 1.Andi Oktiawan 33 Tahun, 2.Ahmad Sofiyan (Ambon) 26 Tahun, 3.Faiz Ahmad Syukur 22 Tahun, 4.Muhammad Reza 20 Tahun, 5.Lutfi Hakim 25 Tahun, 6.Muhammad Suci Khadavi 22 Tahun sebagai pahlawan nasional revolusi akhlak," katanya di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2020).

Atas penganugerahan gelar pahlawan tersebut, dia berharap keenam anggota laskar FPI itu bisa menjadi contoh yang baik. Terkhusus dalam hal memperjuangkan keadilan.

"Besar harapan kami agar syuhada tersebut menjadi suri tauladan pada kita semua. Dan menjadi penyemangat untuk lebih gigih dalam memperjuangkan tegaknya keadilan dan kembalinya kedaulatan di tangan rakyat," ungkapnya. [faktakini.net]

 


APAKAH BERHAK PT. PN VIII MENGAMBIL ALIH TANAH PONPES MARKAZ SYARIAH !?!?!?

SIMAK PENJELASAN LENGKAP IB-HRS SOAL LAHAN TSB.


Pada tgl 13 November 2020 IB-HRS telah menjelaskan terkait status sertifikat tanah tempat berdirinya Pondok Pesantren Markaz Syariah, bahwa benar sertifikat HGU-nya a.n PT. PN VIII, dalam Undang-undang Agraria th. 1960 disebutkan bahwa jika satu lahan kosong, digarap oleh masyarakat lebih dari 20th maka masyarakat berhak untuk membuat sertifikat tanah yang digarap. dan masyarakat Megamendung itu sendri sudah 30th lebih menggarap lahan tsb. 
 
Sedangkan dalam Undang-undang HGU th. 1960 disebutkan bahwa sertifikat HGU tidak bisa diperpanjang/akan dibatalkan jika lahan itu ditelantarkan oleh pemilik HGU/pemilik HGU tidak menguasai secara fisik lahan tsb. Betul bahwa HGU tanah Ponpes Markaz Syariah adalah milik PT. PN VIII, tapi 30th lebih PT. PN VIII tidak pernah menguasai secara fisik. Selama 30th lebih PT. PN VIII menelantarkan tanah tsb. Maka dari itu seharusnya HGU tsb BATAL. Jika sudah BATAL maka HGU-nya menjadi milik masyarakat.
 
Perlu dicatat bahwa masuknya IB-HRS & Pengurus Yayasan MS-MM untuk mendirikan Ponpes yaitu dengan MEMBAYAR kepada petani bukan MERAMPAS. dan para petani tsb datang membawa surat yg sudah ditanda-tangani oleh Lurah & RT setempat. Jadi tanah yang didirikan Ponpes Markaz Syariah itu semua ada suratnya. Itulah yg dinamakan membeli tanah Over-Garap.

Dokumen tsb lengkap dan sudah ditembuskan kepada institusi negara mulai dari Bupati s/d Gubernur. Dan benar tanah tsb HGU-nya milik PT. PN VIII yang digarap oleh masyarakat. Jadi Kami tegaskan sekali lagi bahwa Kami tidak MERAMPAS tanah PT. PN VIII tetapi Kami membeli dari para petani.
 
Bahwa Pihak Pengurus MS-MM siap melepas lahan tersebut jika dibutuhkan negara, tapi silahkan ganti rugi uang keluarga dan Ummat yg sudah dikeluarkan untuk Beli Over-garap tanah dan  biaya pembangunan yg telah dikeluarkan, agar biaya ganti rugi tersebut bisa digunakan untuk membangun kembali pesantren Markaz Syariah di tempat lain.

Ttd,
Pengurus Pondok Pesantren Markaz Syariah

═════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═════
PEDULI MEDIA DAKWAH FPI :
Bank Syariah Mandiri (Kode 451)
No. Rek 720-161-1045
a.n FPI REK MEDIA
═════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═════

Subscribe / Berlangganan di channel /kanal YouTube resmi Front TV:

Kunjungi Website / Laman Resmi FPI :

#HabibRizieq #FrontTV #FPI #KamiBersamaIBHRS #SayaPercayaFPI




 

FPI Online - Jakarta, Imam Besar Habib Muhammad Rizieq Shihab meminta kasus tewasnya enam laskar FPI yang ditembak polisi di KM50 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, dibongkar secara terang benderang.

Sekaligus juga mengungkap pihak atau aktor intelektual di balik rencana penembakan kepada para laskar FPI.

Selain itu, Habib Rizieq meminta kasus tewasnya enam laskar dikabarkan hingga ke seluruh dunia.

Sebab, kejadian tewasnya enam laskar ialah kejahatan kemanusiaan.

Permintaan Habib Rizieq Shihab atas kasus tewasnya enam laskar FPI itu disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) FPI Haji Munarman.

"Beliau (Habib Rizieq, red) pesan, terus bongkar sampai ke perencana pembantaian, laporkan dan beritakan ke seluruh dunia tentang kejahatan kemanusiaan ini," kata Ustadz Munarman dalam pesan singkatnya kepada jpnn, Selasa (22/12).

Kasus tewasnya enam laskar FPI ini tengah diusut oleh Komnas HAM.

Teranyar, Komnas HAM mengecek langsung kondisi fisik mobil yang ditumpangi polisi dan para laskar dalam insiden di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang.

Menurut Ustadz Munarman, Habib Rizieq mempercayakan Komnas HAM bisa independen dalam menguak kasus tewasnya enam laskar FPI. 

"Intinya beliau berharap agar Komnas HAM dapat membongkar kejahatan kemanusiaan terhadap 6 laskar tersebut," timpal Ustadz Munarman. (Sumber: jpnn.com)

 

FPI Online - Makassar, Hujan yang turun di kota Makassar dalam beberapa hari ini dengan intensitas yang cukup tinggi disertai angin kencang mengakibatkan banjir di beberapa titik diantaranya kawasan Antang, Manggala dan Rappocini. (Ahad, 20 Desember 2020).

Team Relawan DPD FPI Sulawesi Selatan dan DPW HILMI-FPI yang di Komandoi langsung oleh Habib Muhammad Shahab selaku ketua DPD HILMI segera menurunkan relawannya sejak semalam pukul Sabtu, 19 Desember 2020, Pukul 20.00 Wita untuk membantu mengevakuasi penduduk yang rumahnya kebanjiran, ada yang sampai sebatas leher orang dewasa. Relawan bertahan berjaga-jaga di Lokasi banjir hingga pukul 02.30 Wita dini hari untuk megantisipasi hujan susulan.  

Banjir yang terjadi di kota Makassar biasanya  dikarenakan curah hujan yang terus menerus terjadi dengan durasi yang lama kemudian membuat tampungan air seperti sungai, danau maupun laut bahkan Bendungan meluap sampai kerumah-rumah warga.  

Selain itu dikaitkan juga dengan kebiasaan masyarakat yang sering membuang sampah disembarang tempat yang mengakibatkan tersumbatnya aliran air menuju tampungan air yang kemudian menimbulkan genangan banjir. 

Bencana banjir seringkali kali terjadi di kota-kota besar tidak terkecuali di Kota Makassar yang juga merupakan daerah Kota Metropolitan yang banyak pembangunan pengembangan perumahan-perumahan sehingga kurangnya daerah resapan air. 








Sumber :

Osbah Yahya

LIF Makassar

 


THE GREAT NASYID FROM ASYIQIN ANNABI
"LABAIKKA YAA HABIB"
DEDICATED TO IB-HRS AND SIX SYUHADAA'


LABAIKKA YAA HABIB
LABAIKKA YAA SAYYID
NYAWA INI KU SERAHKAN
BERJUANG DIJALAN TUHAN 

LABAIKKA YAA HABIB
LABAIKKA YAA SAYYID
DARAH SUCI SYAHADAH
MELAWAN KEZALIMAN 

ALLAHU YAA ALLAH
JAGA HABIB RIZIEQ
ALLAHU YAA ALLAH
SELAMATKAN HABIB

WAHAI PEMIMPIN KAMI
KU PENUHI PANGILANMU
MENUJU NIKMAT SYAHADAH
MEMBELA AGAMA 

MARI SEGERA BERJUANG
SAMBUT PANGGILAN IMAM
MEMBELA AGAMA
DARI KAUM YANG ZALIM 

LABAIKKA YAAHABIB
LABAIKKA YAA SAYYID
NYAWA INI KU SERAHKAN
BERJUANG DIJALAN TUHAN 

LABAIKKA YAA HABIB
LABAIKKA YAA SAYYID
DARAH SUCI SYAHADAH
MELAWAN KEZALIMAN

ALLAH TUHANKU
MUHAMMAD NABIKU
ISLAM AGAMAKU
AL QURAN KITABKU 

DEMI TEGAKNYA AGAMA
AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR
BERSAMA HABIB
KAMI SIAP BERJUANG

═════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═════
PEDULI MEDIA DAKWAH FPI :
Bank Syariah Mandiri (Kode 451)
No. Rek 720-161-1045
a.n FPI REK MEDIA
═════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═════

Subscribe / Berlangganan di channel /kanal YouTube resmi Front TV:

Kunjungi Website / Laman Resmi FPI :

#HabibRizieq #FrontTV #FPI #KamiBersamaIBHRS #SayaPercayaFPI




 

FPI Online - Tanjung Redeb, sejumlah organisasi massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dikota Tanjung Redeb, mengadakan aksi mengutuk keras tragedi kemanusiaan yang menyebabkan terbunuhnya enam syuhada FPI dalam tugas pengawalan IB-HRS di ruas jalan Tol Cikampek Km.50 Kerawang Jawa Barat, yang terjadi pada Selasa dini hari (07/12/2020) yang lalu dan mendukung Komnas HAM dalam mengusut tuntas kasus pembunuhan enam pemuda pengawal IB. (Jum'at 18/12/2020).

Elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Peduli Ham (APIHAM) Berau bersama FPI Berau melaksanakan aksi dihalaman depan masjid Agung Baitul Hikmah Jl. Apt. Pranoto Tanjung Redeb Berau usai sholat Jum'at Pukul 13.00 Wita, dalam pelaksanaan kegiatan aksi diringi dengan lantunan Shalawat Asyghil yang dikumandangkan bersama para jamaah, keseluruhan jalannya aksi dipandu oleh Ustadz Zainal Hakim.

Kegiatan aksi ini berjalan dengan baik dan lancar selain diisi orasi dari berbagai perwakilan element masyarakat juga penandatangan petisi untuk mendukung pengusutan secara tuntas pembunuhan enam pemuda pengawal IB, Orasi di awali oleh Ustadz Handoyo (Syaria Interpraneur Berau) selanjutnya Ustadz Mazudi (Owner Syaria Finance) kemudian Ustadz Yusuf (Praktisi dan Penulis) lalu Bang Dani dan Salahuddin (KNPI Teluk Bayur), kemudian Habib Mutahar al-Mahdali, SH (Konseling Hukum Kab. Berau) serta Ustadz Ibnu Ubaidillah (Ketua FPI Berau), dalam orasi aksi ini juga dengan tegas menuntut pembebasan Imam Besar Habib Rizieq Syihab tanpa syarat yang penuh dikriminalisasi oleh aparat kepolisian.

Melihat antusiasnya jemaah yang pulang dari sholat jum'at untuk membubuhkan tanda tangan di petisi yang dibuat sepertinya masyarakat sangat mendukung kasus ini untuk segera diusut secara tuntas dengan penegakan hukum yang seadil-adilnya.

Aksi yang dihadiri kurang lebih 100 massa peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Berau. Sebagai penanggung jawab jalannya aksi Ustadz Saubari Al-Hafizh Imam Masjid Baitul Hikmah bersama Nugroho Ketua Aliansi APIHAM (Aliansi Peduli Hak Asasi Manusia) mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan total masyarakat kota Tanjung Redeb Berau atas dikriminasi hukum yang terjadi dinegeri ini, aksi berjalan baik dan lancar hingga pada pukul 15.00 Wita peserta aksi membubarkan diri dengan tertib dan lancar.

Sebagai dukungan kepada Komnas HAM untuk mengusut secara tuntas pelanggaran HAM Berat ini elemen masyarakat yang hadir diantarnya FPI Berau (LPI dan MPI), Muslim Kab. Berau, IKADI Kab. Berau, Muslim interprainer Kab. Berau, KNPI Kab. Berau cabang teluk Bayur, Advokat muslim Kab. Berau, Guru-guru agama dan dari beberapa Majlis Ta’lim yang ada di kota Tanjung Redeb. (MF. Balikpapan).







Sumber :

Ewal Chandra (Wali LPI Berau).

Kontributor LIF Kaltim (Bagus Fajri).

Facebook